Liputan6.com, Jakarta - Aktor Nicholas Saputra menyampaikan pesan kepada angkatan kerja muda hingga mahasiswa yang akan segera masuk dunia kerja, untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan di masa depan. Pasalnya, ia menganggap tantangan yang ada saat ini berbeda dibandingkan apa yang dialaminya saat kuliah.
Hal itu diutarakannya selaku Duta Bakti BCA, dalam acara National Summit Beasiswa Bakti BCA 2025 yang diikuti oleh 700 mahasiswa dari berbagai daerah.
Advertisement
Menurut dia, setiap zaman memiliki tantangannya sendiri. Nicholas Saputra menganggap, tantangan yang dihadapi generasi saat ini berbeda dibanding ketika dirinya muda.
"Oleh karena itu, sebaik-baiknya investasi untuk masa depan Indonesia adalah dengan menyiapkan sumber daya manusia yang tangguh dalam menghadapi tantangan zamannya. Generasi muda harus mampu beradaptasi dan berpikir kreatif agar tak tertinggal dari arus perubahan yang kerap datang tanpa peringatan," ungkapnya, Sabtu (22/11/2025).
Menimpali pernyataan tersebut, Direktur BCA Vera Eve Lim berharap para mahasiswa penerima Bakti Champions 2025 dapat mengaplikasikan seluruh ilmu yang telah diperoleh dan jejaring yang telah dibangun saat mereka memasuki dunia kerja.
Bersikap Kritis
Seiring dengan dinamika zaman yang terus berubah, ia menekankan pentingnya generasi muda untuk bersikap kritis sambil membuka diri atas segala kesempatan di masa mendatang.
"Dalam menghadapi dunia profesional, growth mindset menjadi bekal penting. Dengan semangat untuk terus belajar dan berkembang, setiap tantangan bukan lagi penghalang, melainkan peluang untuk memperkuat diri dan membuka jalan menuju masa depan," pintanya.
"Jika kita mampu membuka diri dan mau berkolaborasi, kita dapat belajar melihat suatu permasalahan dari beragam sudut pandang. Dengan demikian, kita mampu tumbuh bersama menjadi individu yang adaptif dan bijaksana," kata Vera.
Magang Lulusan Baru Bergaji UMP
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan antusiasme para mahasiswa fresh graduate terhadap program magang lulusan baru, dengan uang saku setara upah minimum provinsi (UMP).
Lantaran ada sebanyak 156.159 orang pelamar yang memperebutkan total lebih dari 20.000 formasi lowongan kerja di pendaftaran magang lulusan baru gelombang I.
"Per hari ini, jumlah perusahaan yang mendaftarkan dan menyiapkan posisi kerja ada 1.666 perusahaan. Posisi yang ditawarkan adalah 26.181 lowongan. Jumlah pelamarnya adalah 156.159 orang," jelas Airlangga di Jakarta pada 17 Oktober 2025 lalu.
Kuota 100.000 Orang
Secara kuota, program magang fresh graduate gelombang I diperuntukan bagi 20.000 orang. Para pelamar terpilih akan mulai bekerja per 20 Oktober 2025. Pada November 2025, pemerintah akan kembali membuka program serupa, dengan kuota lebih besar mencapai 80.000 orang.
Selain mendapat uang saku setara UMP, Menko Airlangga mengatakan, para peserta magang lulusan baru juga berhak atas beberapa jaminan lain.
"Di samping itu juga mendapat iuran untuk jaminan kehilangan pekerjaan (JKP) dan jaminan kematian (JKM), dan itu tidak memotong uang saku yang diberikan oleh pemerintah," ungkapnya.