Liputan6.com, Jakarta - VinFast tegaskan komitmennya di Indonesia dengan memulai persiapan produksi dua model kendaraan listriknya, yaitu VF 3 dan Limo Green. Model tersebut mulai diproduksi di pabrik Subang, Jawa Barat pada Maret 2026.
Model VinFast Limo Green yang diperkenalkan pada ajang Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025 akan hadir dalam empat varian. Bersamaan dengan gelaran tersebut, VinFast juga menamerkan model VF Wide.
Advertisement
CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemantoro, mengungkapkan soal masukan dari masyarakat terkait dengan nama Limo dan harga pasarnya.
"Harga berapa, justru kita ingin tahu dari pasar itu berapa yang proper dengan model ini, sesuai dengan desain, spek, dan sebagainya," ujar Kariyanto saat GJAW 2025. Jumat (21/11/2025).
Kariyanto juga menjelaskan terkait partisipasi masyarakat dalam memberi nama model Limo yang akan dipasarkan pada 2026.
Dirinya menjelaskan ide nama model tersebut dapat diusulkan secara langsung di GJAW atau melalui online.
"Nanti namanya apa, justru kita ingin dapat masukan dari masyarakat Indonesia, apa nama yang tepat untuk kendaraan ini. Jadi kita pasarkan sesuai dengan nama yang nanti kita pilih tersebut," sambungnya.
Dalam konferensi pers di GJAW 2025, Kariyanto juga menyinggung soal kendaraan roda dua dari VinFast.
Mengenai hal itu, ia menyatakan untuk kendaraan tersebut akan masuk pada kuartal 1 tahun 2026. VinFast segera mempersiapkan kendaraan roda dua tersebut, tetapi tidak langsung diproduksi di pabrik Subang, Jawa Barat.
"Untuk motor kita introduce di tahun depan," jelasnya.
Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik
Kariyanto menegaskan bahwa strategi VinFast di Indonesia berfokus pada penguatan ekosistem kendaraan listrik.
Ia menyebut bahwa industri EV yang sehat membutuhkan fondasi yang berkelanjutan, mulai dari produksi hingga layanan purna jual.
"Strategi VinFast selalu fokus pada ekosistem, kalau kita hanya fokus produk dan pricing itu kan terus berkembang. Potong harga terus-menerus tentu tidak sehat dari sisi bisnis ekosistem. Jadi strategi kita bertumpu pada ekosistem yang kuat," sambungnya.
Salah satu bentuk strategi itu adalah penerapan skema baterai berlangganan (battery subscription).
Langkah ini disebut Kariyanto sebagai upaya memberikan nilai tambah bagi konsumen sekaligus meringankan biaya awal kepemilikan kendaraan listrik.