BEI Evaluasi Papan Pencatatan, 11 Emiten Pindah ke Papan Utama

15 emiten alami perpindahan papan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dari 15 emiten, 11 emiten pindah papan dari papan pengembangan ke papan utama.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 23 November 2025, 06:00 WIB
Layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 11 saham emiten yang alami alami perpindahan papan pencatatan dari papan pengembangan ke papan utama. Perpindahan papan pencatatan untuk sejumlah emiten ini berlaku 28 November 2025.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (22/11/2025), 11 emiten yang alami perpindahan papan dari papan pengembangan ke papan utama antara lain:

1.PT Bank Ganesha Tbk (BGTG)

2.PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA)

3.PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET)

4.PT GTS Internasional Tbk (GTSI)

5.PT Greenwood Sejahtera Tbk (GWSA)

6.PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM)

7.PT Jaya Real Property Tbk (JRPT)

8.PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU)

9.PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG)

10.PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI)

11.PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR).

Selain itu, ada empat emiten yang alami perpindahan dari papan utama ke papan pengembangan antara lain:

1.PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA)

2.PT Samindo Resources Tbk (MYOH)

3.PT Primadaya Plastisindo Tbk (PDPP)

4.PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA)

"Perubahan penempatan Papan Pencatatan tersebut berlaku sejak 28 November 2025 sepanjang tidak ada hal tertentu yang mempengaruhi keputusan perpindahan papan sesuai dengan Peraturan Bursa,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

BEI menyebutkan, jika terdapat hal/peristiwa tertentu yang terjadi pada Perusahaan Tercatat sebelum tanggal efektif perpindahan papan, Bursa berwenang melakukan perubahan atas pengumuman ini.

BEI Umumkan Perpindahan Papan Sesuai Ketentuan Ini

Suasana di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/11/2015). Pelemahan indeks BEI ini seiring dengan melemahnya laju bursa saham di kawasan Asia serta laporan kinerja emiten triwulan III yang melambat. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Adapun BEI mengumumkan perpindahan papan sehubungan dengan penilaian Bursa atas pemenuhan persyaratan dan perpindahan papan pencatatan pada bulan November 2025 dengan mengacu kepada:

1. Ketentuan VI. dan VII.3. Peraturan Bursa No. I-A tentang Pencatatan Saham Dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham Yang Diterbitkan Oleh Perusahaan Tercatat;

2. Ketentuan VI.2. dan VI.3. Peraturan Bursa No. I-V tentang Ketentuan Khusus Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat di Papan Akselerasi;

3. Ketentuan VI.1. dan VI.3. Peraturan Bursa No. I-Y tentang Pencatatan Saham Dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham Yang Diterbitkan Oleh Perusahaan Tercatat Di Papan Ekonomi Baru;

4. Surat Keputusan Direksi Bursa Efek Indonesia No.: Kep-00101/BEI/12-2021 tanggal 21 Desember 2021 perihal Perubahan Peraturan Nomor I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat,

Berdasarkan ketentuan itu, bursa berwenang untuk melakukan penilaian atas pemenuhan persyaratan dan perpindahan papan yang dilakukan setiap Mei dan November.

Saham Berdasarkan Papan Pencatatan di BEI

Pekerja melintas di dekat layar digital pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada prapembukaan perdagangan Rabu (14/10/2020), IHSG naik tipis 2,09 poin atau 0,04 persen ke level 5.134,66. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

1.Papan Utama

Untuk mencatatkan saham dari emiten dengan ukuran lebih besar dan telah memiliki track record

2.Papan Pengembang

Untuk mencatatkan perusahaan yang prospektif dan sedang berkembang tetapi belum memiliki track record

3.Papan Akselerasi

Untuk mencatatkan saham dari emiten dengan aset skala kecil dan menengah

Kategori Saham Berdasarkan Kapitalisasi Pasar

1.Saham Lapis Satu (Big Cap/Blue Chips)

  • Saham dengan nilai kapitalisasi besar di atas Rp 10 triliun
  • Penggerak IHSG dan LQ45
  • Kinerja keuangan baik
  • Harga cenderung stabil

2.Saham Lapis Kedua (Medium Cap/Second Liner)

  • Saham dengan nilai kapitalisasi pasar medium Rp 500 miliar-Rp 10 triliun
  • Sebagian masuk ke LQ45Kinerja keuangan cukup baik
  • Harga cenderung fluktuatif
  • Pergerakannya beragam dengan ada yang likuid dan tidak likuid

3.Saham Lapis Ketiga (Small Cap/Third Liner)

  • Saham dengan nilai kapitalisasi pasar kecil di bawah Rp 500 miliar
  • Harga saham relatif kecilFluktuasi dan volatilitas harga tinggi
  • Risiko cenderung tinggi 
  •  

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya