IHSG Sepekan Melompat 0,52%, Transaksi Harian Merosot jadi Rp 21,37 Triliun

Berikut sentimen yang mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,52% pada 17-21 November 2025.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 22 November 2025, 11:00 WIB
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (BAY ISMOYO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan 17-21 November 2025. IHSG sepekan didorong sejumlah sentimen global dan internal soal kebijakan suku bunga oleh bank sentral. Namun, rata-rata transaksi harian hingga volume perdagangan merosot.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG sepekan naik 0,52% ke posisi 8.414,35. IHSG turun 0,29% pekan lalu ke posisi 8.370,43. Kapitalisasi pasar bursa bertambah 0,49% menjadi Rp 15.391 triliun dari pekan lalu Rp 15.316 triliun.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG naik 0,52% dan disertai dengan munculnya volume pembelian. Ia mengatakan, IHSG dipengaruhi sejumlah sentimen pada pekan ini. Pertama, rilis BI Rate yang tetap 4,75% pada Oktober 2025. Kedua, pernyataan the Federal Reserve (the Fed) atau bank sentral Amerika Serikat (AS) yang masih akan mempertahankan suku bunga acuan di 4% pada Desember 2025.

Selanjutnya, faktor ketiga dipicu koreksi harga emas dunia dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. “Keempat adanya inflow sebesar Rp 3,8 triliun,” ujar Herditya.

Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian BEI merosot 8,45% menjadi Rp 21,37 triliun dari Rp 23,34 triliun pada pekan lalu.

Rata-rata frekuensi transaksi harian turun 14,01% menjadi 2,32 juta kali transaksi dari 2,7 juta kali transaksi pada pekan lalu. Rata-rata volume transaksi harian bursa terpangkas 27,20% menjadi 39,28 miliar saham dari 53,95 milair saham pada pekan lalu. Investor asing masih melanjutkan aksi beli saham sebesar Rp 3,90 triliun. Pekan lalu, investor asing beli saham Rp 3,84 triliun.

IHSG Sepekan Lesu, Transaksi Harian Melompat 33%

Layar grafik pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG masih naik, namun tak lama kemudian, IHSG melemah 2,3 poin atau 0,05 persen ke level 5.130, 18. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada periode 10-14 November 2025.IHSG sepekan loyo didorong sejumlah sentimen internal dan eksternal. Namun, rata-rata transaksi harian justru meningkat selama sepekan.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (15/11/2025), IHSG melemah 0,29% ke posisi 8.370,43 pada pekan ini. Pada pekan lalu, IHSG naik signifikan 2,8% ke posisi 8.394. Sementara itu, kapitalisasi pasar tetap di posisi Rp 15.316 triliun.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG melemah selama sepekan dan disertai dengan munculnya tekanan jual. “Namun demikian, pergerakannya masih cenderung uptren,” kata Herditya saat dihubungi Liputan6.com.

Ia mengatakan, ada sejumlah faktor yang mempengaruhi pergerakan IHSG. Pertama, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang masih rawan koreksi. Kedua, penguatan harga komoditas emas dunia yang dibayangi oleh sentimen shutdown pemerintah AS atau penutupan pemerintahan AS.

 

Sentimen IHSG Lainnya

Pengunjung melintas dilayar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (30/12/2019). Pada penutupan IHSG 2019 ditutup melemah cukup signifikan 29,78 (0,47%) ke posisi 6.194.50. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ketiga, melemahnya data tenaga kerja AS di mana meningkatkan kekhawatiran investor akan ditundanya pemangkasan suku bunga the Federal Reserve (the Fed) atau bank sentral AS pada Desember 2025. “Keempat, meningkatnya data IKK dan penjualan Indonesia,” kata dia.

Selain itu, kenaikan tertinggi tercatat pada rata-rata volume transaksi harian bursa pada pekan ini dengan pertumbuhan 99,35% menjadi 53,95 miliar saham dari 27,07 miliar saham pada pekan lalu. Peningkatan diikuti oleh rata-rata nilai transaksi harian BEI, meningkat 33,04% menjadi Rp 23,34 triliun dari Rp 17,54 triliun pada pekan lalu.

Rata-rata frekuensi transaksi harian bertambah 24,84% menjadi 2,7 juta kali transaksi dari 2,16 juta kali transaksi pada pekan lalu.

Sementara itu, pada pekan ini, investor asing kembali melakukan aksi beli saham. Investor asing membeli saham Rp 3,84 triliun dari pekan lalu Rp 3,45 triliun.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya