Liputan6.com, Jakarta - Badan Pengelola Keuangan Haji Republik Indonesia (BPKH RI) menandatangani dua Nota Kesepahaman (MoU) dengan RUA AlHaram AlMakki Company selaku pengembang utama yang dimiliki sepenuhnya oleh Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi.
Menurut Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah, MoU dilakukan guna menjajaki peluang kerja sama investasi dalam pengembangan proyek King Salman Gate di Makkah.
Advertisement
"Penandatanganan dilakukan di ajang Cityscape Global 2025 di Riyadh pada 17–19 Oktober 2025, di mana RUA AlHaram AlMakki memperkenalkan proyek King Salman Gate kepada para investor internasional, mitra institusional, dan media," kata Fadlul seperti dikutip dari siaran pers, Jumat (21/11/2025).
Fadlul berharap, BPKH dan RUA AlHaram AlMakki Company bisa berkomitmen memperkuat sinergi Indonesia–Saudi dalam pengembangan kawasan strategis di sekitar Masjidil Haram. Tujuannya, kata dia, mendukung pengalaman beribadah yang lebih baik bagi jamaah haji dan umrah.
"Inisiatif ini juga sejalan dengan upaya mendukung visi jangka panjang Arab Saudi dalam kerangka Vision 2030 serta penguatan peran lembaga keuangan pemerintah dalam pembangunan ekosistem haji global," yakin Fadlul.
Dia menjelaskan, ruang lingkup dua nota kesepahaman MoU yaitu, menetapkan kerangka kerja sama strategis di bidang investasi dalam pengembangan proyek King Salman Gate.
Cari Berbagai Peluang
Nantinya, lanjut Fadlul, kedua pihak akan mengeksplorasi berbagai peluang, termasuk potensi pengembangan properti bersama, akuisisi lahan, dan partisipasi dalam produk investasi yang mendukung pertumbuhan Makkah secara berkelanjutan dengan tetap berpegang pada prinsip-prinsip syariah.
"Kerja sama penjajakan investasi dengan RUA AlHaram AlMakki Company di proyek King Salman Gate merupakan peluang penting bagi BPKH untuk berkontribusi langsung pada pengembangan kawasan di sekitar Masjidil Haram yang sangat dekat dengan kebutuhan jamaah haji," papar dia.
Lebih lanjut Fadlul menegaskan, penjajakan sejalan dengan arah strategis BPKH untuk memperkuat kolaborasi global di ekosistem haji. Melalui kemitraan ini, dia berharap dapat memperluas jejaring kerja sama dengan mitra internasional yang kredibel, serta membuka ruang inovasi dalam penyediaan layanan dan fasilitas yang mendukung pengalaman ibadah jamaah Indonesia di Tanah Suci.
"Pendekatan ini diharapkan memberikan nilai tambah tidak hanya bagi jamaah haji dan umrah, tetapi juga bagi ekosistem usaha yang lebih luas di sekitar kawasan Masjidil Haram," dia menandasi.
Sebagai informasi, Proyek King Salman Gate merupakan kawasan pengembangan multi-fungsi berskala besar di sekitar Masjidil Haram yang dirancang untuk meningkatkan akses, infrastruktur, dan layanan bagi pengunjung, dengan luas pengembangan mencapai lebih dari 12 juta meter persegi di area strategis sekitar Masjidil Haram.
Diketahui, RUA AlHaram AlMakki Company adalah pengembang utama berfokus pada penyediaan infrastruktur kelas dunia dan pengembangan kawasan yang berorientasi pada kenyamanan jamaah dan pelestarian nilai-nilai kota suci Makkah.