Hasil Rapat dengan BGN, Mentan Amran Cari Lahan untuk Tanam Kedelai hingga Bangun Peternakan

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan isi pertemuan saat menghadap Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta pada Kamis 20 November 2025.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 21 November 2025, 19:05 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan isi pertemuan saat menghadap Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta pada Kamis 20 November 2025. (Liputan6.com/Muhammad Radityo Priyasmoro)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan isi pertemuannya dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (Menteri ATR/BPN) Nusron Wahid saat menghadap Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta pada Kamis 20 November 2025.

Menurut dia, pertemuan tersebut membahas keluhan Badan Gizi Nasional (BGN) yang tengah mencari tambahan bahan baku untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"(Rapat) pertama (membahas) kedelai. Kita mau tanam kedelei 1 juta hektare ke depan, secara bertahap. Dan hari ini sudah dirapatkan lagi jam 06.00 pagi (bersama tim Kementan). Jam 05.00 lewat sudah ada tim. Jadi kita selalu rapat, jam 06.00 pagi," kata Mentan Amran saat ditemui di kediamannya, Jakarta, Jumat (21/11/2025).

Amran menambahkan, timnya saat ini tengah memetakan letak 1 juta hektare tersebut. Opsinya, lanjut dia, bisa jadi membuka lahan baru atau mencari lahan bekas sitaan yang belum pernah ditamani sawit.

"Lahan baru, lahan eks yang disita tetapi belum ada sawitnya. Kita rencana tanami kedelai," tutur Amran.

Selain soal bahan baku kedelai, Amran juga mengaku, dalam rapat kemarin juga membahas soal peternakan yang ingin dikerjasamakan dengan Kementerian Kehutanan. Dia menuturkan, menteri kehutanan menyambut baik hal tersebut.

"Kami tadi telpon, bicara langsung dengan Pak Menteri Kehutanan," terang Amran.

 

Pemerintah Ingin Bangun Kemandirian Pakan Ternak

Menteri Pertanian Amran Sulaiman (Foto: Liputan.com/Arief RH)

Amran menambahkan, peternakan dimaksud adalah peternakan ayam dan sapi perah. Rencananya, peternakan ayam tahap pertama akan dibangun sebanyak 12 titik. Sedangkan, peternakan sapi perah di tahap awal akan dibangun sebanyak 2 titik.

"Pertama, 2 titik peternakan sapinya di Jawa Timur. Kabupaten Probolonggo. Kemudian, di Jawa Barat, Indramayu. (Kalau peternakan ayam) Jawa Timur, Lampung, Kalimantan per pulau ya. Supaya mandiri pakan," papar dia.

Amran menyebut, mandiri pakan dibangun demi menolong para peternak kecil agar pakan mereka terjamin dan tidak lagi bergantung kepada pihak ketiga.

"Nah hati-hati, ini memberitakan jangan sampai salah persepsi. Pabrik pakan yang dibangun adalah untuk menolong peternak kecil agar pakannya terjamin, obat-obatannya terjamin dengan harga terjangkau. Itu maksudnya pemerintah. Jadi pabrik besarnya dibangun oleh pemerintah, tetapi di hilir peternak kecil itu kita perkuat!," janji dia.

 

Siapkan Anggaran Danantara

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman menyatakan kebijakan pengendalian harga beras mulai menunjukkan hasil positif. (Istimewa)

Sementara itu, untuk peternakan sapi perah, Amran memastikan akan ada integrasi yang bakal disiapkan oleh pemerintah. Mulai dari sapi perahnya, kemudian pabrik pakan dan juga penyediaan rumput.

"Ini yang paling berat adalah penyediaan rumput. Rencananya dibangunkan (tempat penyediaan rumputnya) pemerintah. Pemerintah yang bangun seperti ayam supaya peternak terjamin, pakannya terjamin, DOC (day old chick)-nya terjamin, vaksinnya terjamin," harap Amran.

Terkait angka, Amran merinci anggaran diperlukan adalah Rp 20 triliun yang untuk peternakan ayam. Sementara sapi, dibutuhkan Rp 2,4 triliun untuk satu paket peternakan sapi.

"Jadi satu tempat peternakan sapi totalny ada sapi 67 ribu ekor ya. Sumber dana rencana dari Danantara," dia menandasi.

Infografis Hasil Lab Kasus Keracunan MBG Sukabumi. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya