Slovenia Umumkan Bantuan Dana Senilai Rp21,7 Miliar untuk Palestina

Slovenia resmi mengakui Palestina pada Juni 2024 lalu.

oleh Tim GlobalDiterbitkan 22 November 2025, 14:03 WIB
Warga Palestina menunggu bantuan gula dan beras di dapur umum di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, Jumat, 31 Oktober 2025. Namun, sering kali, makanan yang tersedia seperti sup, nasi, atau lentil rebus, sangat terbatas dan banyak yang pulang dengan tangan kosong karena kehabisan. (AP Photo/Abdel Kareem Hana)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Luar Negeri Slovenia pada Kamis (20/11/2025) mengatakan akan memberikan bantuan keuangan senilai USD 1,3 juta setara dengan Rp21,7 miliar kepada pemerintah Palestina.

Bantuan itu bertujuan untuk membantu mendukung stabilitas fiskal pemerintah Palestina, yang menurut kementerian tersebut sedang menghadapi "keruntuhan keuangan dan institusional" akibat konflik di Gaza.

Slovenia juga menyebut, bantuan ini untuk meningkat upaya agar Palestina bangkit kembali dari situasi sulit, dikutip dari laman Antara News, Sabtu (22/11).

"Fungsi pemerintah Palestina yang efektif sangat penting untuk memastikan tata kelola mandiri Palestina dan merupakan syarat dasar bagi penyelesaian isu Palestina secara damai melalui pembentukan dua negara," demikian pernyataan Menteri Luar Negeri Slovenia Tanja Fajon.

Dia menandatangani perjanjian bantuan itu di sela-sela Pertemuan Kelompok Donor (Donor Group Meeting) di Brussel.

Fajon juga menyoroti situasi kemanusiaan yang parah di Gaza, sembari menekankan urgensi dari bantuan kemanusiaan dan dukungan berkelanjutan bagi otoritas Palestina, menurut unggahan sang menteri di akun kementerian tersebut dalam platform media sosial X.

"Slovenia secara tegas juga mendukung solusi dua negara. Setiap bangsa memiliki hak untuk menentukan nasibnya sendiri," ujar Fajon.

Slovenia saat ini berstatus sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, resmi mengakui Negara Palestina pada Juni 2024 lalu.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya