Top 3: Purbaya Tolak Legalkan Usaha Thrifting

Berikut tiga artikel terpopuler di Kanal Bisnis Liputan6.com yang dirangkum pada Jumat, (21/11/2025).

oleh Septian DenyDiterbitkan 21 November 2025, 06:30 WIB
Pemerintah melalui Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengambil langkah tegas untuk menyetop impor pakaian bekas. Tampak dalam foto, pembeli berjalan di antara kios-kios penjual pakaian lokal di salah satu pasar tradisional, Jakarta, Kamis 20 November 2025. (BAY ISMOYO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dengan tegas menolak melegalkan usaha penjualan baju bekas atau thrifting, meskipun para pedagang membayar pajak.

Purbaya menyatakan sikap tegasnya bertujuan untuk mencegah terbukanya pasar bagi barang-barang impor ilegal.

Apabila pasar domestik dikuasai oleh barang-barang asal luar negeri, maka pengusaha domestik tidak bisa merasakan manfaat keekonomiannya.

Artikel Purbaya Ogah Legalkan Usaha Thrifting Meski Pedagangnya Taat Bayar Pajak menyita perhatian pembaca di Kanal Bisnis Liputan6.com. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di Kanal Bisnis Liputan6.com?

Berikut tiga artikel terpopuler di Kanal Bisnis Liputan6.com yang dirangkum pada Jumat, (21/11/2025):

1. Purbaya Ogah Legalkan Usaha Thrifting Meski Pedagangnya Taat Bayar Pajak

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dengan tegas menolak melegalkan usaha penjualan baju bekas atau thrifting, meskipun para pedagang membayar pajak.

“Saya gak peduli sama pedagangnya. Pokoknya barang masuk ilegal, saya berhentiin,” ujar Purbaya ketika ditemui di Jakarta, Kamis.

Purbaya menyatakan sikap tegasnya bertujuan untuk mencegah terbukanya pasar bagi barang-barang impor ilegal.

Apabila pasar domestik dikuasai oleh barang-barang asal luar negeri, maka pengusaha domestik tidak bisa merasakan manfaat keekonomiannya.

“Kalau pasar domestiknya dikuasai barang asing, apa untungnya buat pengusaha domestik?” ujar Purbaya.

Baca artikel selengkapnya di sini

2. Harga Emas 24 Karat Hari Ini 20 November 2025: Antam dan Pegadaian Kompak Naik

Sementara, harga emas di Galeri 24, Kamis (16/10/2025) tercatat Rp2.418.000 per gram atau naik dari Rp2.393.000 per gram. (Juni KRISWANTO/AFP)

Harga Emas 24 Karat Hari Ini, Kamis (20/11/2025), dilaporkan mengalami kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan dengan hari sebelumnya. Kenaikan ini terjadi pada produk emas dari berbagai penyedia terkemuka di Indonesia, termasuk Logam Mulia Antam dan PT Pegadaian (Persero), yang menawarkan produk UBS serta Galeri24.

Pergerakan harga emas ini menjadi perhatian utama bagi para investor dan masyarakat yang menjadikan emas sebagai instrumen investasi safe haven. Fluktuasi harga emas kerap dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global, kebijakan moneter, serta sentimen pasar yang berkembang.

Data terbaru yang dihimpun dari sumber resmi menunjukkan bahwa semua produk emas batangan dari Antam dan Pegadaian kompak melejit. Kondisi ini memberikan gambaran pasar emas yang sedang bullish, menarik minat banyak pihak untuk memantau lebih lanjut potensi keuntungan dari investasi emas.   

Baca artikel selengkapnya di sini

3. Gunung Semeru Awas, Aktivitas Sepanjang 20 Km Arah Tenggara Terhenti

Warga yang berada dalam radius bahaya, termasuk di Desa Supiturang, segera dievakuasi. Tampak dalam foto, seorang pria memandang aliran piroklastik selama letusan Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, pada 19 November 2025. (Agus Harianto/AFP)

Terhitung mulai 19 November 2025 pukul 17:00 WIB, Pusat Vulkanologi dan Mitigas Bencana Geologi, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM) menaikkan tingkat aktivitas gunung api Semeru ke level IV (Awas). 

Masyarakat baik pengunjung atau wisatawan diminta untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Sungai Besuk Kobokan, Lumajang, Jawa Timur, sejauh 20 km dari puncak (pusat erupsi).

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Muhammad Wafid melaporkan, erupsi pertama Gunung Semeru terjadi pada Rabu, 19 November 2025 pukul 14.13 WIB. Erupsi berupa awan panas dengan jarak luncur tidak diketahui dikarenakan visual Gunung Semeru tertutup kabut. 

Baca artikel selengkapnya di sini

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya