Erupsi Semeru, Komisi VIII DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat

Mahdalena menilai, fenomena erupsi gunung berapi termasuk yang saat ini terjadi di Gunung Semeru mempunyai dampak besar. Erupsi bisa berlangsung dalam kurun waktu lama yang membuat masyarakat tidak bisa beraktivitas dengan leluasa.

oleh Delvira HutabaratDiterbitkan 20 November 2025, 14:31 WIB
Pihak berwenang terus memantau aktivitas gunung dan memberikan informasi terkini melalui situs resmi seperti PVMBG dan BNPB agar masyarakat tetap waspada dan siaga. Tampak sebuah foto udara memperlihatkan aliran piroklastik selama letusan Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, pada Rabu 19 November 2025. (Agus Harianto/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur turut menjadi perhatian DPR. Anggota Komisi VIII DPR RI Mahdalena mendesak pemerintah bergerak cepat melakukan berbagai langkah mitigasi untuk meminimalkan dampak bencana bagi masyarakat di sekitar Gunung Tertinggi di Pulau Jawa Tersebut. 

"Erupsi Semeru ini harus segera ditangani dampaknya oleh pemerintah. Pemerintah harus hadir dan memberikan bantuan yang dibutuhkan masyarakat. Pendirian posko pengungsian dan pemenuhan kebutuhan dasar warga harus dilakukan segera,” ujar Mahdalena dalam keterangannya, Kamis (20/11/2025).

Dia menjelaskan fenomena erupsi gunung berapi termasuk yang saat ini terjadi di Gunung Semeru mempunyai dampak besar. Menurutnya erupsi bisa berlangsung dalam kurun waktu lama yang membuat masyarakat tidak bisa beraktivitas dengan leluasa.

"Situasi ini harus diantisipasi agar berbagai dampak negatif bencana tidak memunculkan banyak korban jiwa,” katanya. 

Mahdalena menegaskan pemerintah harus melakukan pendataan rinci terhadap seluruh kawasan terdampak, sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.

Ia juga meminta pemerintah menyediakan fasilitas air bersih, kebutuhan pangan, serta layanan darurat lainnya bagi masyarakat terdampak.

 

Tak Ada Aktivitas di Radius 8 KM

Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun dalam radius 20 kilometer dari puncak, terutama di sepanjang aliran Besuk Kobokan, karena adanya ancaman lahar dan awan panas. Tampak dalam foto, seorang pria memandang aliran piroklastik selama letusan Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, pada Rabu 19 November 2025. (Agus Harianto/AFP)

Gunung Semeru di Jawa Timur mengalami erupsi pada Rabu, 19 November 2025 pukul 16.00 WIB. Status gunung tersebut dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level IV (Awas).

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan agar masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 8 kilometer dari puncak, serta menghindari kawasan selatan–tenggara hingga jarak 20 kilometer.

"Kami meminta pemerintah mengawasi secara ketat agar masyarakat tidak memasuki zona berbahaya. Kita tentu tidak ingin ada korban akibat erupsi Semeru. Karena itu, tindakan cepat, terukur, dan taktis sangat dibutuhkan,” tegasnya.

Mahdalena juga meminta pemerintah memberikan bantuan dan pelayanan kesehatan tanpa terkecuali bagi warga terdampak.

"Jika ada warga yang terluka dan perlu dirawat, pemerintah harus memastikan pelayanan kesehatan diberikan secara optimal. Jangan ada satu pun korban yang tidak mendapatkan perawatan,” katanya.

Politikus PKB itu menekankan pentingnya distribusi masker kepada pengungsi untuk melindungi mereka dari paparan abu vulkanik.

"Penyediaan masker sangat penting agar masyarakat tidak semakin terdampak abu vulkanik. Pemerintah harus membagikannya secara merata dan memastikan masker tersebut benar-benar digunakan,” tambahnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya