Liputan6.com, Jakarta Aktivitas pertambangan pasir yang berada di daerah rawan erupsi Gunung Semeru, Jawa Timur ditutup sementara. Hal itu untuk memastikan keselamatan para pekerja tambang dan masyarakat yang berada di daerah aliran sungai (DAS) Semeru
"Keselamatan warga dan pekerja tambang menjadi prioritas utama, sehingga pemerintah daerah akan segera mengeluarkan surat resmi penutupan sementara seluruh aktivitas pertambangan di kawasan rawan Gunung Semeru," ujar Bupati Lumajang Indah Amperawati Kamis (20/11/2025).
Advertisement
Menurut dia, langkah itu diambil menyusul peningkatan aktivitas gunung yang masih fluktuatif dan berpotensi menimbulkan risiko bahaya, termasuk awan panas, longsor, dan abu vulkanik seiring dengan status Gunung Semeru naik menjadi Awas sejak Rabu pukul 17.00 WIB.
"Keselamatan manusia jauh lebih penting daripada produksi. Seluruh aktivitas pertambangan dihentikan sementara hingga situasi benar-benar aman," tuturnya
Bupati Indah mengaku telah melakukan koordinasi dengan Kepolisian Lumajang dan aparat gabungan untuk memastikan pelaksanaan penutupan berjalan efektif.
"instruksi tegas juga sudah disampaikan agar tidak ada aktivitas tambang yang tetap berlangsung selama status rawan masih diberlakukan," katanya
Surat Imbauan Segera Disebarkan
Surat resmi imbauan penutupan pertambangan itu akan segera diedarkan kepala seluruh pengelola tambang di wilayah terdampak. Pemerintah menekankan bahwa langkah ini bersifat sementara, proaktif dan sepenuhnya untuk melindungi keselamatan warga.
"Selain itu, pengawasan intensif di titik-titik strategis akan dilakukan aparat gabungan untuk memastikan kepatuhan terhadap larangan sementara itu," tegasnya.
Bupati Indah mengajak seluruh pihak memahami kondisi dan bekerja sama demi keselamatan bersama, hingga semua pihak mematuhi imbauan itu dan keselamatan harus menjadi pertimbangan utama setiap langkah di zona rawan bencana.