Liputan6.com, Jakarta - Pendaftaran mahasiswa internasional baru di perguruan tinggi dan universitas Amerika Serikat (AS) turun tajam pada tahun 2025 ini.
Penurunan tajam pendaftaran mahasiswa internasional baru itu terjadi di tengah meningkatnya keterlambatan visa dan pengetatan kebijakan imigrasi oleh pemerintahan Trump, menurut data survei baru yang dirilis pada Senin 17 November 2025.
Advertisement
Berdasarkan laporan Institute of International Education (IIE), penurunan 17 persen pendaftar mahasiswa internasional baru untuk semester musim gugur 2025, menjadi penurunan terbesar di luar masa pandemi dalam lebih dari satu dasawarsa.
Data survei tersebut mendapati bahwa 96 persen institusi menyebut kesulitan pengajuan visa sebagai hambatan utama, sementara 68 persen menyoroti pembatasan perjalanan, melansir Antara, Rabu (19/11/2025).
Selain itu, CEO Association of International Educators, Fanta Aw dalam pernyataan yang dikutip NBC News juga menyebut, Amerika Serikat semakin 'kurang kompetitif' secara global karena banyak mahasiswa kesulitan memperoleh visa.
Kelompok tersebut juga memperkirakan kerugian ekonomi sebesar USD 1,1 miliar (sekitar Rp18,4 triliun) akibat berkurangnya mahasiswa internasional tahun ini.
Fanta Aw mengatakan, banyak universitas mengenakan biaya lebih tinggi kepada mahasiswa internasional, yang membantu menekan biaya kuliah bagi mahasiswa lokal. Dengan jumlah mahasiswa internasional yang lebih sedikit, biaya kuliah reguler diperkirakan akan meningkat.
Lantas, berapa banyak penurunan pendaftaran mahasiswa internasional baru di perguruan tinggi dan universitas Amerika Serikat (AS)? Apa kerugiannya bagi AS? Simak selengkapnya dalam rangkaian Infografis berikut ini: