Liputan6.com, Jakarta - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) melihat peran penting industri baja nasional untuk pertumbuhan ekonomi. Maka, penyehatan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk menjadi salah satu langkah penting juga.
Managing Director Business-3, Danantara Asset Management, Febriany Eddy memastikan Krakatau Steel menjadi yang perlu disehatkan dalam waktu dekat. Mengingat ada proyeksi kebutuhan baja domestik dan regional terus meningkat seiring perkembangan sektor konstruksi, transportasi, dan manufaktur.
Advertisement
"Pertumbuhan industri baja selalu selaras dengan pertumbuhan ekonomi. Karena itu, melihat industri baja tidak bisa hanya dari kondisi hari ini," kata Febriany dalam keterangan resmi, Selasa (18/11/2025).
Dia menyadari, sektor baja merupakan investasi jangka panjang. Prioritas saat ini adalah membuat industri baja BUMN menjadi lebih efisien, penyehatan KRAS masuk pada agenda tersebut.
"Investasinya bersifat jangka panjang 10 sampai 15 tahun ke depan. You invest for tomorrow, not today. Tetapi hari ini industrinya tetap harus efisien dan efektif,” jelas Febriany.
Danantara Indonesia saat ini tengah mengevaluasi berbagai opsi pengembangan Krakatau Steel secara bertahap. Mulai dari pemulihan operasi, optimalisasi aset, hingga potensi kolaborasi teknologi. Seluruh langkah disusun dengan prinsip kehati-hatian untuk memastikan keberlanjutan industri baja nasional.
Finalisasi Bantuan Modal ke KRAS
Sebelumnya, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) tengah memfinalisasi rencana kucuran modal kerja ke PT Krakatau Steel (Persero) Tbk atau KRAS. Tujuannya, untuk menyehatkan kembali kinerja perusahaan.
Managing Director Danantara, Febriany Eddy menuturkan pihaknya masih menghitung dengan ketat kebutuhan dari Krakatau Steel sebelum memberikan bantuan modal.
"Dalam waktu dekat ini sudah tahap final. Jadi, kami akan memberikan modal kerja untuk operasi inti bajanya," kata Febriany dalam temu media di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat, 14 November 2025.
Penyehatan Kinerja KRAS
Tujuannya tak lain untuk mengembalikan kemampuan Krakatau Steel menopang kinerjanya. Apalagi, kawasan industri milik KRAS digadang-gadang sebagai tempat yang strategis.
Ditambah lagi, bisnis baja nasional maupun global masih memiliki peluang yang positif. Dengan begitu, penyehatan kinerja pun diperlukan.
"Semua faktor yang membuat lokasi ini strategis sudah tersedia. Nah, kawasan industri akan lebih optimal jika tenant-nya tepat. Jadi, kami ingin menghidupkan dan menjayakan kembali Krakatau Steel,” ujarnya.
Krakatau Steel Minta Modal
Sebelumnya, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) mengajukan dukungan pendanaan sebesar USD 500 juta kepada Danantara untuk memperkuat kebutuhan modal kerja dan mendukung restrukturisasi keuangan perusahaan.
Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (10/10/2025), Krakatau Steel menyebut pendanaan tahap awal akan dipenuhi dalam bentuk Pinjaman Pemegang Saham (PPS) senilai USD 250 juta.
Dana tersebut akan digunakan untuk pembelian bahan baku utama bagi berbagai lini produksi, termasuk pabrik Hot Strip Mill (HSM), Cold Rolling Mill (CRM) PT KBI, serta pabrik pipa baja PT KPI.
"Dana tersebut akan digunakan untuk kebutuhan operasional utama, antara lain pembelian bahan baku berupa slab baja, hot rolled coil, cold rolled coil, serta produk baja turunan,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi kepada BEI.