Tumpukan Sampah Ilegal Ditemukan di Oxfordshire Inggris, Picu Kekhawatiran Pencemaran Sungai

Tumpukan sampah ilegal ratusan ton ditemukan di Oxfordshire, memicu kekhawatiran pencemaran sungai dan kritik terhadap respons Environment Agency dalam menangani dugaan aksi geng kriminal.

oleh Khamelia MarshaDiterbitkan 21 November 2025, 18:00 WIB
Aktivis lingkungan merekam konten untuk media sosial di tumpukan besar sampah yang dibuang sembarangan, yang ditumpuk di sebuah ladang antara Sungai Cherwell dan Jalan A34 dekat Kidlington, Oxfordshire, di barat London pada 16 November 2025. Gunungan atau tumpukan sampah ilegal berukuran raksasa ditemukan di sebuah ladang di tepi Sungai Cherwell dekat Kidlington, Oxfordshire, Inggris. (Justin TALLIS/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Gunungan sampah ilegal ditemukan di lahan terbuka di tepi Sungai Cherwell, dekat Kidlington, Oxfordshire, Inggris. Rekaman drone dan laporan investigasi media Inggris menunjukkan bahwa pembuangan ini berlangsung secara terorganisasi.

Tumpukan tersebut memiliki sepanjang lebih dari 60 meter, lebar sekitar 15 meter, dengan tinggi 10 meter. Diperkiraan, total berat mencapai ratusan ton sampah. 

Material sampah yang terdiri atas plastik, busa, dan serpihan kayu itu dianggap berisiko, karena dapat mencemari Sungai Cherwell, yang mengalir sebagai anak sungai Thames. Terlebih, peningkatan permukaan air sungai akibat badai membuat risiko limbah tersebar ke aliran air. 

Anggota parlemen dari Partai Demokrat Liberal, yang mewakili wilayah tersebut Calum Miller mengatakan, kasus ini sebagai salah satu pembuangan sampah ilegal terbesar yang pernah terjadi di Inggris.

Kesiapan Badan Lingkungan Hidup Inggris (Environment Agency/EA) dalam mengatasi masalah tersebut menjadi sorotan. Dengan perkiraan biaya mencapai 25 juta poundsterling (Rp 550 miliar), penanganan lokasi itu disebut melampaui kemampuan anggaran tahunan dewan lokal.

"Kekhawatiran saya adalah Badan Lingkungan Hidup kekurangan sumber daya untuk menangani aktivitas kriminal dalam skala ini. Saya mendesak pemerintah untuk mengambil tindakan," ujar Callum Miller dikutip dari Sky News, Jumat (21/11/2025).

Dugaan Pelaku Geng Kriminal Terorganisasi

Ilustrasi sampah botol plastik. (Shutterstock/Frankvr)

Pihak berwenang menilai pembuangan ini berkaitan dengan aktivitas geng kriminal terorganisasi. Miller juga menyampaikan bahwa Environment Agency (EA) diperkirakan telah mengetahui keberadaan area tersebut sejak Juli. 

CEO Friends of the Thames Laura Reineke menyebut pembuangan ini sebagai bencana ekologi terbesar di perairan pedalaman Inggris.

Ia mengkritik keras Environment Agency (EA) yang dinilai lambat bertindak meski sudah mengetahui lokasi itu sejak berbulan-bulan lalu.

Penanganan EA dinilainya sebagai bentuk kelalaian serius, dan keterlambatan respons dianggap berpotensi membawa dampak fatal bagi Sungai Cherwell serta seluruh kawasan DAS Thames.

Respons Environment Agency

Tips mengelola sampah dapur. (Foto: Freepik)

Dalam pernyataan kepada EA mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengeluarkan perintah pembatasan akses selama enam bulan. 

"Kami memahami kemarahan masyarakat dan berkomitmen mengambil tindakan terhadap pihak yang bertanggung jawab," kata dia.

Penelitian lanjutan pada Oktober mengungkap kasus pembuangan sampah ilegal di Wigan, sementara Komite Lingkungan dan Perubahan Iklim Lords menilai kelompok kriminal membuang jutaan ton sampah setiap tahun. 

Kepala Eksekutif EA Philip Duffy kemudian membantah tuduhan ketidakmampuan terhadap lembaganya, dengan menyatakan bahwa kritik itu tidak adil bagi staff yang bekerja di lapangan.

Infografis Journal_ Kerugian Ekonomi Akibat Sampah Sisa Makanan Capai Rp 500 Triliun per tahun (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya