Liputan6.com, Jakarta - PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA) mengumumkan adanya penambahan dana pada dua perusahaan anak melalui entitas terkendali pada 13 November 2025. Langkah tersebut dilakukan oleh PT Serpong Cipta Lestari, yang menyalurkan modal senilai Rp 139,1 miliar ke PT Serpong Cipta Kreasi dan Rp 92,7 miliar ke PT Lestari Kreasi.
Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (18/11/2025), Perseroan menuturkan penempatan modal ini tidak menimbulkan perubahan terhadap aktivitas inti perusahaan.
Advertisement
Manajemen menambahkan seluruh prosedur telah dijalankan sesuai regulasi dan menjadi bagian dari upaya memperkuat struktur modal pada tingkat anak usaha.
Sebelumnya, PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA) mengumumkan adanya penambahan dana pada dua perusahaan anak melalui entitas terkendali pada 13 November 2025.
Langkah tersebut dilakukan oleh PT Serpong Cipta Lestari, yang menyalurkan modal senilai Rp139,1 miliar ke PT Serpong Cipta Kreasi dan Rp92,7 miliar ke PT Lestari Kreasi.
Corporate Secretary SMRA, Lydia Tjio, dalam pernyataan tertanggal Senin (17/11/2025), menuturkan bahwa penempatan modal ini tidak menimbulkan perubahan terhadap aktivitas inti perusahaan.
“Peningkatan modal ini tidak berdampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha SMRA,” ujar Tjio.
Manajemen menambahkan bahwa seluruh prosedur telah dijalankan sesuai regulasi dan menjadi bagian dari upaya memperkuat struktur modal pada tingkat anak usaha.
LRT Jakarta Gandeng Summarecon Buat Akses Stasiun dengan Mal di Kelapa Gading
Sebelumnya, PT LRT Jakarta sebagai operator transportasi publik menggandeng perusahaan pengembang properti PT Summarecon Agung Tbk berkolaborasi dalam menciptakan kemudahan akses yang terintegrasi.
Salah satunya dengan menghadirkan fasilitas jembatan penghubung (connecting bridge). Jembatan yang dibangun sepanjang 120 dengan tambahan 20 meter itu menuju GAFOY, dapat menghubungkan antara stasiun dengan pusat perbelanjaan Summarecon Mall Kelapa Gading.
President Director PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto P. Adhi mengatakan, kerja sama naming rights yang dilakukan Summarecon menjadi bukti bahwa Summarecon terus konsisten mendukung program pemerintah, khususnya bagi pengembangan kota Jakarta yang semakin berorientasi kepada transportasi publik.
"Kolaborasi ini akan menjadi sebuah kerja sama yang saling menguntungkan antara pengembang dan operator transportasi publik, di mana kami harap pengunjung bisa memaksimalkan penggunaan transportasi publik yang aman dan nyaman. Hal ini juga sekaligus menjadi bentuk edukasi kepada masyarakat untuk bisa mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang berdampak positif pada berkurangnya kemacetan," ujar dia, Rabu (30/7/2025).
Connecting bridge ini menerapkan konsep open air dengan tambahan atap yang memaksimalkan sirkulasi udara di sekitar. Untuk keamanan juga dipasang CCTV di berbagai sudut, serta petugas keamanan yang berjaga di sekitar area, dan dibuka mengikuti jam operasional mal mulai 10.00 hingga 22.00 WIB.
Terkoneksi dengan Ruang Publik
Direktur Utama PT LRT Jakarta Hendri Saputra menambahkan, dengan jembatan penghubung ini adalah langkah dalam mewujudkan konektivitas transportasi publik dan destinasi gaya hidup, yang tentunya tidak terlepas dari wujud komitmen LRT Jakarta dalam peningkatan pelayanan kepada seluruh pelanggan.
"Kami percaya bahwa moda transportasi publik yang terkoneksi dengan ruang publik maupun ruang komersial akan mendorong pergeseran pola mobilitas masyarakat Jakarta. Lebih dari sekedar identitas, esensi dari kerja sama naming rights ini juga diharapkan memberi nilai tambah nyata bagi masyarakat," ujarnya.
Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan pengalaman masyarakat urban yang lebih efisien dan berkelanjutan.
"Ke depan, PT LRT Jakarta terus membuka peluang kerja sama serupa untuk mendukung kemudahan mobilitas warga Jakarta dan memperkuat peran transportasi publik dalam menghubungkan titik-titik strategis kota,"ujarnya.