Liputan6.com, Jakarta AC Milan kembali berada dalam situasi genting terkait kebutuhan striker tengah. Sejak bursa transfer musim panas 2025, Rossoneri memang memburu penyerang nomor sembilan yang benar-benar berkarakter klasik. Pencarian itu tak kunjung selesai karena target yang diincar selalu berujung buntu di meja negosiasi.
Masuk ke musim baru, masalah itu kian terasa karena lini depan Milan belum menunjukkan kestabilan yang diharapkan. Performanya naik-turun, sementara efektivitas penyelesaian akhir sering menjadi sorotan publik dan media Italia. Situasi ini membuat manajemen mempertimbangkan opsi tambahan.
Advertisement
Jelang dibukanya bursa Januari 2026, Milan kini disebut sangat serius mencari solusi instan. Klub ingin mendaratkan striker yang sudah terbukti secara fisik dan teknis, bukan lagi eksperimen yang memakan waktu adaptasi panjang. Pilihan mereka pun mulai mengerucut kepada nama-nama yang tampil konsisten di liga top Eropa.
Setelah dikaitkan dengan sejumlah pemain, satu nama baru kini mencuat: Jean-Philippe Mateta. Penyerang Crystal Palace itu mencatatkan performa stabil dalam tiga musim terakhir, dan kini muncul sebagai rekomendasi langsung dari jurnalis senior Italia, Carlo Pellegatti.
Pellegatti Sarankan Milan Pilih Mateta
Carlo Pellegatti melihat bahwa Milan berada di fase yang tak boleh lagi salah dalam memilih striker. Ia menilai pengalaman beberapa rekrutan terakhir, termasuk kegagalan menghadirkan penyerang yang benar-benar sesuai kebutuhan, seharusnya menjadi alarm bagi klub. Menurutnya, Milan harus berani mengambil keputusan yang lebih terukur namun tetap efektif.
Pellegatti menyebut bahwa karakter permainan Mateta sangat cocok dengan kebutuhan Milan saat ini. Ia menilai striker Prancis itu punya atribut lengkap sebagai target man modern: kuat, efektif di kotak penalti, serta memiliki naluri gol yang jelas. Gaya permainan inilah yang menurutnya dapat melengkapi skema Massimiliano Allegri yang membutuhkan finisher murni.
Selain itu, Pellegatti menyoroti soal harga yang dinilainya masih realistis untuk ukuran klub sebesar Milan. Meski harus merogoh kocek cukup dalam, ia menilai nilai tersebut sepadan dengan profil matang dan usia Mateta yang memasuki puncak karier. Bagi Pellegatti, Milan tidak lagi berada di posisi untuk mengambil risiko pada talenta yang belum terbukti.