Rekomendasi Saham Hari Ini 18 November 2025: ASSA, BBNI, BREN, TKIM

Berikut rekomendasi saham saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan Selasa, (18/11/2025).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 18 November 2025, 07:08 WIB
Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta.. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan Selasa (18/11/2025). IHSG hari ini akan menguat ke posisi 8.487-8.539.

IHSG naik 0,55% ke 8.416 dan disertai dengan munculnya volume pembelian pada perdagangan saham Senin, 17 November 2025.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan, best case (hitam), IHSG masih berada pada bagian dari wave (iii) dari wave [iii], sehingga IHSG masih berpeluang menguat ke 8.487-8.539. “Cermati area 8.279-8.332 sebagai area koreksi berikutnya,” ujar Herditya dalam catatannya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 8.332,8.276 dan level resistance 8.488,8.532.

Sementara itu, dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan level resistance di 8.350-8.440. “Potensi koreksi terbuka,” demikian seperti dikutip.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Krakatau Steel Tbk (KRAS), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM).

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA)-Buy On Weakness

Saham ASSA menguat 6,88% ke 1.165 dan disertai dengan peningkatan volume pembelian, pergerakannya pun masih mampu berada di atas moving average (MA)20. Saat ini, posisi ASSA diperkirakan berada pada bagian dari wave [v].

Buy on Weakness: 1.125-1.145

Target Price: 1.180, 1.250

Stoploss: below 1.105

 

 

Rekomendasi Teknikal Lainnya

Pekerja tengah melintas di layar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/11/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada zona merah pada perdagangan saham awal pekan ini IHSG ditutup melemah 5,72 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.122,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

2.PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)- Buy on Weakness

Saham BBNI bergerak flat ke 4.390 dan disertai oleh volume pembelian, pergerakannya pun masih mampu berada di atas MA20. “Kami memperkirakan, posisi BBNI saat ini berada pada bagian dari wave iv dari wave (i) dari wave [c],” ujar dia.

Buy on Weakness: 4.180-4.360

Target Price: 4.530, 4.670

Stoploss: below 4.110

 

3.PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)-Buy on Weakness

SahamBREN terkoreksi 0,26% ke 9.725 dan masih didominasi oleh

tekanan jual. Saat ini, posisi BREN diperkirakan berada pada bagian dari wave [ii] dari wave 3.

Buy on Weakness: 8.925-9.600

Target Price: 10.400, 11.200

Stoploss: below 8.525

 

4.PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM)

Saham TKIM bergerak flat ke 7.025 dan disertai dengan munculnya

volume pembelian, tetapi pergerakannya masih tertahan oleh

MA20. “Selama TKIM masih mampu berada di atas 6,775 sebagai stoplossnya, posisi TKIM saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave [b] dari wave 4,” kata dia.

Spec Buy: 6.875-7.000

Target Price: 7.275, 7.700

Stoploss: below 6.775

 

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 17 November 2025

Pekerja melintas di layar IHSG di BEI, Jakarta, Rabu (4/3/2020). IHSG kembali ditutup Melesat ke 5.650, IHSG menutup perdagangan menguat signifikan dalam dua hari ini setelah diterpa badai corona di hari pertama pengumuman positifnya wabah corona di Indonesia. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat pada penutupan perdagangan Senin (17/11/2025), meski mayoritas bursa Asia terseret ke zona merah. IHSG ditutup naik 46,44 poin atau 0,55 persen ke level 8.416,88. Indeks LQ45 pun mencatat penguatan 5,79 poin atau 0,69 persen ke posisi 849,92.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim memperkirakan IHSG masih berpeluang melanjutkan tren positif.

“Diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan menguji level 8.450–8.480,” ujarnya dalam laporan riset, dikutip dari Antara.

Dari mancanegara, investor mencermati meningkatnya ketegangan antara China dan Jepang, setelah pemerintah China memperingatkan warganya terkait keamanan selama perjalanan maupun studi di Jepang. Situasi ini ikut menambah tekanan pada pasar Asia.

Sementara itu, dolar AS menguat dipicu komentar pejabat The Federal Reserve yang bernada hawkish. Kondisi ini memudarkan harapan pasar bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga pada Desember 2025.

Dari dalam negeri, pelaku pasar menanti hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada Rabu mendatang. Pasar juga mencermati rilis data kredit dan peredaran uang (M2) periode Oktober 2025.

 

Gerak IHSG

Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak stabil di teritori hijau. Sejak pembukaan, indeks langsung menguat dan bertahan hingga akhir sesi pertama. Memasuki sesi kedua, IHSG tetap kokoh di zona positif hingga penutupan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor mencatat penguatan. Sektor properti memimpin dengan kenaikan 2,29 persen, disusul sektor barang konsumen primer dan infrastruktur yang masing-masing naik 2,03 persen dan 0,92 persen.

Namun, empat sektor lainnya harus terkoreksi. Sektor kesehatan melemah paling dalam sebesar 1,73 persen, sementara sektor teknologi dan barang konsumen non-primer turun 0,87 persen dan 0,26 persen.

Adapun saham-saham yang menguat signifikan antara lain APEX, MINA, LUCK, BABY, dan PBSA. Sementara itu, saham yang tertekan antara lain PURI, SHIP, PUDP, PJHB, dan NTBK.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya