Ambisi Prabowo dan Mimpi Lama Para Presiden Indonesia Punya Mobil Nasional

Mimpi Indonesia punya mobil buatan karya anak bangsa kembali disuarakan Presiden Prabowo Subianto. Dengan nada yang lebih tegas Prabowo mengatakan, Indonesia bukan hanya siap maju, tetapi siap memproduksi mobil dan motor buatan sendiri.

oleh Tim NewsDiterbitkan 18 November 2025, 05:09 WIB
Mobil Pindad yang Digunakan Presiden Prabowo ke Istana Negara (PT Pindad)

Liputan6.com, Jakarta - Di banyak masa, Indonesia selalu punya mimpi besar untuk melompat menjadi bangsa produsen, bukan hanya konsumen. Dari era Presiden Soeharto yang bermimpi menghadirkan mobil nasional, Habibie yang disegani dunia dengan karya IPTN, hingga SBY yang mendorong industrialisasi lewat MP3EI.

Bahkan Joko Widodo pun pernah membakar optimisme publik lewat kemunculan Esemka, simbol kemandirian industri otomotif Indonesia.

Kini, mimpi Indonesia punya mobil buatan karya anak bangsa kembali disuarakan Presiden Prabowo Subianto. Dengan nada yang lebih tegas Prabowo mengatakan,  Indonesia bukan hanya siap maju, tetapi siap memproduksi mobil dan motor buatan sendiri.

Sebuah ambisi yang menggemakan kembali cita-cita para pemimpin sebelumnya, namun dengan konteks zaman yang berbeda, lebih digital, lebih listrik, lebih cepat.

Di SMPN 4 Kota Bekasi, Senin 17 November 2025, Prabowo berdiri di depan para guru dan murid untuk meresmikan program Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas. Namun, di antara bicara soal pendidikan, sang presiden tiba-tiba melompat lebih jauh, menuju gagasan besar tentang masa depan industri nasional.

“Kita akan punya mobil buatan Indonesia sendiri, motor buatan Indonesia sendiri. Saya sudah siapkan nanti semua becak di seluruh Indonesia harus pakai motor listrik. Enggak boleh lagi pengemudi becak usianya di atas 70 tahun,” ujarnya, lantang.

Ucapan itu seperti membuka kembali buku panjang mimpi teknologi Indonesia. Pada era Soeharto, ambisi memiliki mobil nasional diwujudkan lewat Timor. Pada masa Habibie, harapan melesat lewat pesawat N-250, kebanggaan industri bangsa.

Jokowi mencoba menyalakan optimisme dengan Esemka, meski perjalanan industri nasional tidak pernah semulus ekspektasi publik. Kini, Prabowo mencoba menuliskan bab baru.

 

Digitalisasi Pendidikan sebagai Pondasi Masa Depan

Jokowi saat mencoba salah satu varian Mobil Esemka. (Biro Pers Setpres)

Di hadapan para pendidik, Prabowo menghubungkan mimpi otomotif itu dengan strategi besar menuju Indonesia Emas 2045. Baginya, pendidikan digital adalah kunci untuk mempersiapkan generasi yang akan menggerakkan industri di masa mendatang.

“Suatu saat orang akan mengenang, bagaimana 288 ribu alat ini bisa didistribusikan ke semua sekolah di Indonesia termasuk di 3T, di tempat yang paling terpencil, paling di luar, dan yang di daerah yang paling tertinggal, kita kirim ke situ, bahkan itu prioritas utama kita,” ucap Prabowo.

Pemerintah telah menyalurkan 215.572 Interactive Flat Panel ke berbagai sekolah. Sebanyak 172.550 telah tiba, sementara 43.022 lainnya sedang dalam perjalanan. Menurut laporan yang diterima Prabowo, ada sekitar 140 sekolah di wilayah pegunungan yang paling sulit dijangkau.

“Insyaallah kita akan sampai ke situ. Kita akan dibantu oleh TNI, Polri, supaya semua sekolah mendapat kesempatan yang sama,” katanya.

 

Studio Pembelajaran Nasional dan Akses Gratis untuk Semua

3 Mobil Dinas Antik Presiden Era Soeharto hingga Gus Dur Dipajang di Istana (Lizsa Egeham/Liputan6.com)

Dalam visi Prabowo, digitalisasi tak berhenti pada distribusi perangkat. Ia membayangkan masa ketika pembelajaran tidak lagi terikat ruang kelas. Studio pembelajaran nasional akan dibangun di Jakarta, lalu materi-materi pendidikan berkualitas dikirimkan ke seluruh sekolah di Indonesia.

“Ini baru awal, kita akan terus tingkatkan. Kita akan buka terus studio di Jakarta, guru-guru akan memberi pelajaran ke semua sekolah di Indonesia... Semua modul ini boleh diakses gratis oleh siapapun,” tutur Prabowo.

Ia ingin orang tua di desa maupun kota bisa membuka pelajaran dari rumah hanya dengan gadget. Pendidikan, menurutnya, harus menjadi barang publik yang bisa diakses siapa saja, kapan saja.

Mimpi yang Berulang, Ambisi yang Diperbarui

Harapan Indonesia untuk punya mobil nasional selalu naik turun di setiap pemerintahan. Namun bagi Prabowo, sejarah bukan penghambat.

Dia seolah ingin menutup bab lama yang penuh naik-turun itu dan membuka bab baru dengan era kendaraan listrik, digitalisasi pendidikan, dan tenaga kerja yang semakin terampil.

“Saya yakin masa depan cerah menanti, dan membawa bangsa menjadi negara yang hebat,” ia menandaskan.

Infografis Prabowo Bidik Pertumbuhan Ekonomi Tembus 8 Persen. (Liputan6.com/Abdillah)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya