Kondisi Stabil, Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Segera Diperiksa

Polisi kini menunggu persetujuan dari dokter untuk melanjutkan proses penyidikan.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 17 November 2025, 18:20 WIB
SMAN 72 Jakarta (Liputan6.com/Nanda Perdana Putra)

Liputan6.com, Jakarta - Pelaku dalam kasus ledakan SMAN 72 Jakarta dipindahkan dari ruang ICU ke kamar rawat inap Rumah Sakit Polri. Kondisi pelaku disebut mulai stabil dan akan segera menjalani pemeriksaan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan pemindahan dilakukan setelah kondisi medis pelaku membaik. Polisi kini menunggu persetujuan dari dokter untuk melanjutkan proses penyidikan.

“Minggu ini penyidik akan berkoordinasi dengan dokter yang merawat untuk kondisi ABH (anak berkonflik dengan hukum) secara keseluruhan," kata dia kepada wartawan, Senin (17/11/2025).

Dia menjelaskan, pemeriksaan terhadap pelaku akan melibatkan sejumlah lembaga sesuai prosedur perlindungan anak. KPAI, Balai Pemasyarakatan (Bapas), Dinas P3A, serta APSIFOR akan mendampingi saat penyidik meminta keterangan.

"Koordinasi dengan KPAI, Bapas, P3A dan APSIFOR saat akan meminta keterangan ABH," ucap dia.

 

Kondisi Terkini 10 Korban Ledakan SMAN 72 Masih Dirawat

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, sebanyak 10 korban ledakan SMA Negeri 72 Jakarta masih harus menjalani perawatan di berbagai rumah sakit hingga Senin (17/11/2025).

"Info terakhir masih 10 orang yang rawat inap," kata Budi dalam keterangannya, Senin (17/11/2025).

Rinciannya, lima korban masih dirawat di Rumah Sakit Islam Jakarta, tiga korban berada di RS Yarsi, dan satu korban lainnya di RSCM. Satu korban itu inisial L dirujuk ke RSCM karena menjalani operasi bedah plastik.

Sementara sang pelaku dirawat di RS Polri Kramat Jati setelah sebelumnya sempat masuk ICU dan kini dipindahkan ke ruang perawatan biasa.

"5 Rumah Sakit Islam. Tiga Rumah Sakit Yasri, 1 RSCM dan 1 RS Polri," ujar dia.

 

Permohonan Pindah

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menuturkan, sejumlah siswa kini mengajukan permohonan pindah sekolah karena merasa tidak nyaman kembali belajar di lokasi kejadian.

Pramono menyampaikan temuan itu usai berbincang langsung dengan Kepala SMAN 72 baru-baru ini.

"Ternyata dampaknya juga di luar dugaan saya, banyak siswa yang kemudian minta pindah sekolah," kata dia kepada wartawan di Gedung A, Lt.3 Kompleks Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta Pusat, Minggu (16/11/2025).

Pramono menekankan perlunya langkah penyelamatan psikologis agar para siswa tidak semakin tertekan.

"Nah, inilah yang juga menjadi pikiran. Saya sudah minta kepada sekolah dan termasuk Ibu Kepala Dinas, ini dirumuskan secara baik. Karena saya enggak mau kemudian dampaknya sampai panjang, begitu kan," ucap dia.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya