Menag Sebut Pidato Prabowo Tentang Gaza di PBB Viral: Ada yang Sebut The Prabowo’s Ways

Pidato Presiden Prabowo Subianto di sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang konflik Gaza viral di komunitas internasional. Respons positif datang dan melahirkan istilah baru di dunia internasional. Istilah itu untuk menggambarkan apresiasi dunia terhadap gagasan Prabowo dalam mendorong solusi dua negara.

oleh FauzanDiterbitkan 17 November 2025, 18:00 WIB
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menyampaikan pidato Konferensi Internasional Tingkat Tinggi untuk Penyelesaian Damai atas Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara yang digelar di Gedung Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat, pada Senin 22 September 2025 waktu setempat. (Ludovic MARIN/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Agama Nasaruddin Umar menuturkan, pidato Presiden Prabowo Subianto di sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang konflik Gaza terus mendapat sorotan luas dari komunitas internasional. Respons positif datang dari berbagai negara bahkan melahirkan istilah baru di dunia internasional.

“Saya mendapat banyak telepon dari teman-teman di luar negeri. Mereka mengatakan bahwa kita perlu segera memberikan penjelasan lebih luas. Pernyataan Presiden Prabowo sudah viral. Ada yang menyebutnya the Prabowo’s solution, the Prabowo’s Ways, bahkan ada yang menulis beliau sebagai the second Sukarno,” ujar Nasaruddin dalam konferensi pers di UIN Alauddin Makassar, Senin (17/11/2025).

BACA JUGA: Usai Gibran, Giliran Prabowo Kunjungi Gorontalo, Ada Apa?

Istilah itu untuk menggambarkan apresiasi dunia terhadap gagasan Prabowo dalam mendorong solusi dua negara. Meluasnya dukungan global itu mendorong Pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah strategis. Kementerian Agama (Kemenag) bersama Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menggelar rangkaian seminar internasional guna menyiapkan skema konkret kontribusi Indonesia dalam proses perdamaian Gaza. Langkah ini sekaligus mengartikulasikan gagasan Prabowo yang kini menjadi perhatian diplomasi dunia.

Upaya tersebut mengemuka dalam Seminar Internasional bertajuk “Towards a Two-State Solution: Peran Kunci Presiden Prabowo Subianto dalam Mewujudkan Perdamaian di Gaza” yang digelar di UIN Alauddin Makassar, Senin (17/11/2025). Acara ini menghadirkan pakar nasional dan internasional, termasuk jurnalis Palestina Revda Selver Iseric serta Prof. Robert W. Hefner dari Boston University.

Menteri Agama Nasaruddin Umar di Makassar. (Liputan6.com/Fauzan)

Menag: Prabowo Tawarkan Paket Lengkap Dukungan

Pemerintah harus siap mengisi ruang besar yang muncul dari popularitas gagasan Prabowo tersebut. Dia menilai, tanpa langkah konkret, Indonesia bisa terlihat gagap di tengah ekspektasi dunia. 

“Jangan sampai Indonesia sendiri tidak siap mengisi statement-statement dari Bapak Presiden yang sedemikian dikagumi di luar negeri. Solusi dua negara yang beliau sampaikan menyentak banyak negara dan meredam ketegangan global. Ini perlu kita jelaskan secara sistematis,” tegasnya.

Menag menyebut salah satu aspek konkret yang ditawarkan Prabowo adalah kesiapan Indonesia mengirim hingga 20.000 pasukan perdamaian ke Gaza bila dibutuhkan. 

“Beliau menawarkan satu paket lengkap dukungan. Ini bentuk kepemimpinan yang diapresiasi dunia. Tugas kita menerjemahkan ini agar menjadi solusi bersama. Di sinilah ranah akademik memainkan peran,” tambahnya.

Menteri Agama Nasaruddin Umar di Makassar. (Liputan6.com/Fauzan)

Indonesia dan Utang Sejarah untuk Palestina

Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta menegaskan, dukungan Indonesia terhadap Palestina memiliki dasar historis panjang sejak era Presiden Sukarno. Menurutnya, konsistensi itu kini kembali ditegaskan Presiden Prabowo melalui inisiatif yang lebih langsung. 

“Ini utang sejarah sejak Konferensi Asia Afrika. Dari Presiden Soekarno hingga Presiden Prabowo, dukungan kita konsisten—politik, moral, maupun kemanusiaan,” ujar Anis.

Dia memaparkan bantuan terbaru Indonesia: dukungan senilai USD 12 juta untuk pembangunan dapur umum, total bantuan kemanusiaan mencapai USD 36 juta, hingga pengiriman 1.200 ton bantuan via udara.

Anis Matta juga mengonfirmasi bahwa Prabowo membuka peluang pengiriman pasukan perdamaian PBB sebagai bentuk keterlibatan langsung Indonesia dalam meredakan konflik Gaza.

“Ini pertama kalinya Indonesia menyatakan kesiapan terlibat langsung melalui pasukan perdamaian,” katanya.

Hasil keseluruhan forum akademik ini nantinya akan dirangkum sebagai policy input bagi kementerian dan lembaga terkait, termasuk disampaikan ke lembaga internasional seperti PBB.

“Krisis Gaza bukan lagi isu Palestina semata. Ini adalah ujian bagi hukum internasional dan tatanan global,” tegasnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya