Finex : Pasar Trading Indonesia Masuk Era Baru, Literasi Makin Naik

Finex merilis laporan "13 Years of Finex," menyoroti transformasi pasar trading Indonesia menjadi ekosistem digital masif.

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiterbitkan 17 November 2025, 15:20 WIB
Layar indeks harga saham gabungan menunjukkan data di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Angka tersebut naik signifikan dibandingkan tahun 2016 yang hanya mencatat penutupan perdagangan pada level 5.296,711 poin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Finex merilis sebuah laporan yang menyoroti perkembangan pasar trading Indonesia. Yang meningkat tidak hanya dari sisi volume maupun jumlah trader, tapi juga tingkat literasi para pelaku pasar.

Laporan bertajuk 13 Years of Finex: How the Trading Market in Indonesia Has Evolved itu merekam perjalanan 2012–2025. Ketika pasar yang dulu kecil dan terfragmentasi berubah menjadi ekosistem digital dengan partisipasi ritel yang sangat besar.

Financial Analyst Finex Brahmantya Himawan mengatakan, kemudahan akses melalui smartphone, platform MT5, hingga akun mikro membuat jumlah trader bertambah pesat.

Nilai transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) pada 2024 tercatat mencapai Rp 33,214 triliun, naik sekitar 29 persen dibanding tahun sebelumnya. Lonjakan partisipasi ini, menurut dia, hanya akan berkelanjutan jika dibarengi peningkatan literasi.

"Jumlah trader boleh bertambah, tetapi kualitasnya ditentukan oleh edukasi. Trader yang bertahan bukan yang paling agresif, melainkan yang memahami risiko dan mampu mengelola keputusan dengan disiplin," ujarnya, Senin (17/11/2025).

Menurut laporan tersebut, upaya edukasi tidak lagi dianggap sebagai aktivitas tambahan. Dalam 13 tahun terakhir, program webinar, analisis pasar, dan materi pembelajaran yang konsisten membuat semakin banyak trader memahami pentingnya money management.

 

Faktor Perubahan Perilaku

Pada pembukaan pasar usai libur Lebaran 2025, pada Selasa (8/4/2025), saham-saham Indonesia merosot lebih dari sembilan persen ke level 5.912. (BAY ISMOYO/AFP)

Brahmantya menambahkan, perubahan perilaku ini dinilai menjadi salah satu penopang utama berkembangnya pasar yang lebih sehat.

Perkembangan regulasi juga ikut memperkuat kebutuhan edukasi. Penerapan segregated accounts, peningkatan kewajiban pelaporan, serta perluasan pengawasan derivatif dan aset digital ke OJK dan BI menjadi sinyal bahwa industri kini bergerak menuju tata kelola yang lebih tegas dan terintegrasi.

"Edukasi kini berada di tengah-tengah upaya membangun pasar yang sehat. Semakin tinggi literasi, semakin matang ekosistem trading kita. Pialang dan regulator sama-sama punya tanggung jawab di sini," tuturnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya