PLN Gerak Cepat Atasi Gangguan SUTT 150 kV Karet Lama–Angke di Jakarta Barat

PLN tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut tengah dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti putusnya Ground Steel Wire (GSW).

oleh Arthur GideonDiterbitkan 17 November 2025, 11:00 WIB
Ilustrasi petugas PLN tengah memperbaiki Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kiloVolt (kV). (Dok PLN)

Liputan6.com, Jakarta - PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB) bergerak cepat menangani gangguan jaringan pada Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Karet Lama–Angke yang terjadi di Kelurahan Jati Pulo, Palmerah, Jakarta Barat.

Manager Komunikasi & TJSL PT PLN (Persero) UIT JBB Gita Kurniawan Ginting menjelaskan, gangguan tersebut dipicu putusnya Ground Steel Wire (GSW), sehingga membutuhkan respons lapangan dalam waktu singkat untuk memastikan keamanan jaringan dan lingkungan sekitar.

"Puluhan petugas PLN dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pengamanan instalasi dan pengecekan menyeluruh pada konstruksi jaringan," kata dia dalam keterangan tertulis, Senin (17/11/2025).

Upaya penanganan turut melibatkan sejumlah pihak, mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Barat, Pemadam Kebakaran, Pemerintah Daerah, hingga Kepolisian Sektor Palmerah.

PLN memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Perusahaan juga menegaskan bahwa sistem kelistrikan secara keseluruhan tetap aman, sehingga pelayanan kepada pelanggan tidak mengalami gangguan.

Permohonan Maaf

Selain pemulihan teknis, tim gabungan juga memberikan dukungan kepada warga terdampak, termasuk penyediaan tenda evakuasi dan kebutuhan dasar untuk memastikan kenyamanan masyarakat selama proses penanganan.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” kata Gita.

PLN juga menyebutkan bahwa penyelidikan lebih lanjut tengah dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti putusnya GSW.

Informasi perkembangan penanganan akan disampaikan PLN secara berkala.

PLN Kembali Operasikan Kabel Laut Sumatera–Bangka Sirkit II, Perkuat Pasokan Listrik Babel

PLN mengoperasikan Sistem Interkoneksi 150 kV Sumatera-Bangka melalui kabel listrik bawah laut. Dengan begitu, pertumbuhan konsumsi listrik di pulau penghasil timah tersebut dapat dipenuhi.

Sebelumnya, PT PLN (Persero) meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Kepulauan Bangka Belitung dengan kembali mengoperasikan Saluran Kabel Laut Tegangan Tinggi (SKLT) dan Saluran Kabel Tanah Tegangan Tinggi (SKTT) 150 kilovolt (kV) Sumatera–Bangka Sirkit II. Pengoperasian ulang jaringan ini diharapkan memperkuat pasokan listrik dan mendorong aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.

Setelah SKLT Sirkit II mengalami kerusakan pada phasa R di titik 14,7 kilometer dari arah Tanjung Carat menuju Tanjung Muntok pada 2023, PLN melakukan rangkaian pemulihan mulai dari pengecekan teknis, uji keandalan, hingga penyelarasan sistem. Seluruh proses diselesaikan dengan pemberian tegangan (energize) pada Selasa (7/10) sebagai tahap final sebelum jaringan interkoneksi kembali beroperasi.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, menyampaikan apresiasi atas kembali berfungsinya jaringan interkoneksi 150 kV Sumatera–Bangka Sirkit II.

“Kami sangat mengapresiasi langkah cepat dan sigap PLN dalam memulihkan kabel laut ini. Dengan bertambahnya daya mampu listrik di Babel, kami optimistis iklim investasi akan semakin meningkat karena ketersediaan listrik yang andal adalah kunci utama bagi para investor. Hal ini tentu akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Babel,” tutur Hidayat dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (11/11/2025).

Perkuat Sistem Kelistrikan Nasional

Kabel listrik bawah laut Sumatera dan Bangka milik PLN (dok: PLN)

Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar, menegaskan bahwa beroperasinya kembali jaringan tersebut menjadi momentum penting dalam penguatan sistem kelistrikan nasional.

“Listrik yang andal bukan sekadar kebutuhan dasar, tetapi penggerak utama ekonomi bangsa. Kami ingin memastikan setiap daerah, termasuk wilayah kepulauan, merasakan manfaat langsung dari transformasi kelistrikan yang tengah kami jalankan,” ujarnya.

Dengan berjalannya kembali interkoneksi ini, kemampuan transfer daya dari Sumatera ke Bangka naik dari 60 megawatt (MW) menjadi 100 MW.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya