Menkeu Purbaya Ikut Lomba Lari, Bahas Antusiasme Warga dan Perputaran Ekonomi

Ikut lari di CFD, Minggu (16/11/2025), Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menuturkan, dirinya bisa finish lari di 5K.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 16 November 2025, 15:43 WIB
Ekspresi bahagia Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa setelah melewati garis finis dalam ajang Run for Journalism 2025 yang berlangsung di Unika Atma Jaya, Jakarta, Minggu (16/11/2025). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa hadir dalam acara Run For Good Journalism yang digelar komunitas wartawan Forum Pemimpin Redaksi (Forum Pimred) pada Minggu (16/11/2025).

Dalam kegiatan yang berlangsung di kawasan Car Free Day (CFD) Sudirman itu, Purbaya ikut berolahraga sekaligus menyapa masyarakat.

"Olahraga, ya lari sedikit, saya bisa finish 5K,” ujar Purbaya dikutip dari akun instagram @menkeuri, Minggu, 16 November 2025.

Purbaya menuturkan, suasana CFD sangat ramai dan penuh aktivitas. Ia melihat masyarakat berolahraga, berjalan santai, hingga menikmati jajanan yang tersedia di berbagai titik. 

 

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Liputan6.com/Tira Santia)

Menurut dia, dinamika ini menjadi bukti ruang publik bukan hanya tempat rekreasi, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi.

"CFD di Sudirman rame sekali, masyarakat olahraga ada juga yang sambil jajan, supaya ekonomi kita berputar dan masyarakat sejahtera," ujar dia.

Selain itu, Purbaya mengaku baru mengetahui sejumlah acara lari kini menerapkan biaya pendaftaran bagi peserta. Ia menilai hal tersebut sebagai fenomena positif selama dikelola dengan baik.

Purbaya menekankan, olah raga massal seperti ini tidak hanya meningkatkan kesehatan masyarakat tetapi juga membuka peluang usaha, mulai dari UMKM kuliner hingga industri acara. Ia berharap kegiatan serupa terus didorong agar manfaatnya semakin meluas bagi perekonomian nasional.

"Saya baru tahu, ternyata ada juga beberapa acara Run yang berbayar, boleh lah, supaya ekonomi berputar di segala sektor. Kita kaya bersama," tutupnya.

Menkeu Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi 5% Belum Cukup Kurangi Pengangguran

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di Menara Bank Mega, Jakarta, Senin (27/10/2025). (Liputan6.com/Tira)

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai laju pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil di angka 5% ternyata belum mampu menciptakan lapangan kerja yang cukup.

Menurut dia, angka tersebut masih terlalu rendah untuk menekan tingkat pengangguran yang terus bertambah setiap tahun.

Purbaya mengungkapkan, banyak masyarakat yang akhirnya memilih bekerja di sektor informal karena sulit menemukan pekerjaan tetap. Padahal, sektor informal tidak mampu memberikan kesejahteraan jangka panjang seperti halnya sektor formal.

"Kalau 5% itu tidak cukup untuk menyerap tenaga kerja yang masuk usia kerja setiap tahun. Sekarang 5% kenapa pengangguran turun? Karena kerjanya informal. Desain ekonomi enggak seperti itu, kita enggak mau warga negara kita kerjanya di informal. Kalau bisa semuanya kaya di sektor formal,” kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom INDEF, di Jakarta, Selasa (28/10/2025).

Menurut perhitungan Purbaya, Indonesia membutuhkan pertumbuhan ekonomi minimal 6,7% untuk dapat menampung seluruh angkatan kerja baru di sektor formal.

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Bisa 6%

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto Liputan6.comTira Santia)

Namun, tantangan besar menghadang. Sejak krisis ekonomi 1998, Indonesia belum pernah lagi mencapai pertumbuhan setinggi itu. Imbasnya, sebagian besar tenaga kerja baru tidak terserap secara optimal, sehingga angka pengangguran tetap tinggi.

Purbaya menegaskan, kunci untuk mencapai target tersebut terletak pada penguatan sektor swasta. Ia yakin, jika mesin ekonomi nasional bisa kembali bergeliat melalui investasi dan industri produktif, pertumbuhan ekonomi di kisaran 6% bukan hal yang mustahil.

"Jadi kita harus ciptakan pertumbuhan yang lebih cepat. hitung-hitungannya berapa jadi potential growth-nya? Untuk sekarang mungkin 6,7%. Jadi kita harus tumbuh di situ. Harus tumbuh di sekitar 6,7% minimal untuk menyerap tenaga kerja yang masuk usia kerja di sektor formal," pungkasnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya