Demo Gen Z Guncang Ibu Kota Meksiko, Ribuan Orang Protes Maraknya Kejahatan dan Korupsi

Bagaimana pemerintah merespons demo Gen Z ini?

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 16 November 2025, 09:10 WIB
Demo Gen Z di Kota Meksiko, Meksiko, pada Sabtu (15/11/2025). (Dok. AP/Marco Ugarte)   

Liputan6.com, Kota Meksiko - Ribuan orang turun ke jalanan ibu kota Meksiko pada Sabtu (15/11/2025) untuk memprotes meningkatnya kejahatan, korupsi, dan impunitas dalam sebuah aksi yang diselenggarakan oleh anggota Generasi Z (Gen Z), namun akhirnya mendapat dukungan kuat dari para pendukung lansia dari partai-partai oposisi.

Di Meksiko, banyak anak muda mengatakan mereka frustrasi dengan masalah sistemik seperti korupsi dan impunitas atas kejahatan dengan kekerasan.

"Kami membutuhkan lebih banyak keamanan," kata Andres Massa, seorang konsultan bisnis berusia 29 tahun yang membawa bendera tengkorak bajak laut yang telah menjadi simbol global demo Gen Z, seperti dilansir Associated Press.

Arizbeth Garcia, seorang dokter berusia 43 tahun yang ikut serta dalam protes, mengatakan bahwa ia turun ke jalan untuk menuntut pendanaan lebih besar bagi sistem kesehatan publik dan untuk keamanan yang lebih baik.

"Para dokter juga terekspos pada ketidakamanan yang mencengkeram negara, di mana Anda bisa dibunuh dan tidak ada tindak lanjut apa pun," ujarnya.

Aksi tersebut dihadiri oleh orang-orang dari berbagai kelompok usia. Di antara mereka adalah para pendukung Wali Kota Michoacan Carlos Manzo yang baru-baru ini dibunuh. Mereka datang dengan mengenakan topi jerami yang menjadi simbol gerakan politiknya.

"Negara sedang sekarat," kata Rosa Maria Avila, seorang agen real estate berusia 65 tahun yang bepergian dari Kota Patzcuaro di Negara Bagian Michoacan.

"Ia dibunuh karena ia adalah seorang pria yang mengirim petugas ke pegunungan untuk melawan para penjahat. Ia punya keberanian untuk menghadapi mereka," tutur Avila mengenai Manzo.

 

Tudingan Presiden terhadap Sayap Kanan

Demo Gen Z di Kota Meksiko, Meksiko, pada Sabtu (15/11/2025). (Dok. AP/Marco Ugarte) 

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum tetap memiliki tingkat dukungan yang tinggi meskipun terjadi serangkaian pembunuhan profil tinggi baru-baru ini. Dalam hari-hari menjelang protes pada Sabtu, Sheinbaum menuduh partai-partai sayap kanan mencoba menyusup ke dalam gerakan Gen Z dan menggunakan bot di media sosial untuk mencoba meningkatkan jumlah peserta.

Pekan ini, beberapa influencer media sosial dari kalangan Gen Z mengatakan bahwa mereka tidak mendukung protes pada Sabtu. Sementara itu, tokoh-tokoh lanjut usia seperti mantan Presiden Vicente Fox dan miliarder Meksiko Ricardo Salinas Pliego memublikasikan pesan yang mendukung protes tersebut.

Fenomena demo Gen Z tidak hanya terjadi di Meksiko. Di beberapa negara tahun ini, anggota kelompok demografis yang lahir antara akhir 1990-an hingga awal 2010-an telah mengorganisir protes menentang ketidaksetaraan, kemunduran demokrasi, dan korupsi.

Demo Gen Z terbesar berlangsung di Nepal pada September, menyusul pelarangan media sosial dan berujung pada pengunduran diri perdana menteri negara tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya