Bahlil Bakal Umumkan Pengelola Resmi Sumur Rakyat di Desember 2025

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bakal mengumumkan para pengelola resmi sumur rakyat di Desember 2025

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiterbitkan 14 November 2025, 21:18 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bakal mengumumkan para pengelola resmi sumur rakyat di Desember 2025. Usai Kementerian ESDM mendata adanya sekitar 45 ribu sumur minyak yang berstatus ilegal.

Bahlil telah mendapat laporan dari timnya terkait kesiapan bakal sumur rakyat di beberapa daerah, salah satunya Sumatera Selatan (Sumsel).

"(Izin sumur rakyat keluar) Desember ini. Sekarang tim saya lagi melakukan verifikasi di daerah dan sosialisasi, di Sumsel dan beberapa daerah lagi," kata Bahlil di kantornya, Jakarta, Jumat (14/11/2025).

Setelah itu, Kementerian ESDM akan melakukan verifikasi dari beberapa sumur minyak yang telah diinventarisir. Termasuk untuk beberapa badan usaha yang telah mengirimkan pengajuan agar bisa mengelola sumur rakyat.

"Sekarang sudah pengajuannya kan sudah, nama-nama perusahaannya dari daerah pun sudah. Itu bakal diverifikasi sumurnya, nama perusahaannya, kelompok masyarakatnya," ungkap dia.

Adapun sebelumnya, Bahlil telah melegalkan 45.000 sumur rakyat melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025. Mengacu aturan tersebut, sumur berhak dikelola oleh koperasi, badan usaha milik daerah (BUMD), dan usaha kecil dan menengah (UKM) di sekitar lokasi.

 

22.000 Sumur Rakyat di Musi Banyuasin

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Sebelumnya, Bahlil juga yelah melaporkan hasil kunjungan kerja ke Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Ia mengaku kaget setelah menemukan sekitar 22.000 sumur minyak yang tergeletak di belakang rumah rakyat.

"Saya datang ke Kabupaten Musi Banyuasin, Muba, melihat di sana ada sekitar 22.000 sumur. Saya juga cukup kaget, karena di belakang-belakang rumah masyarakat ternyata sumur mereka sudah ada," ujar Bahlil beberapa waktu lalu.

Menurut dia, sumur minyak tersebut punya potensi besar untuk mendorong perekonomian setempat. Dengan catatan, sumur-sumur tersebut telah mendapat legalitas untuk diolah menjadi sumur rakyat.

 

 

 

Potensi Besar Pendapatan Masyarakat

"Produksi mereka kurang lebih rata-rata sekitar 2-3 barel (per hari). Ini adalah sebuah potensi besar untuk pendapatan masyarakat, karena itu membangun ekonomi lokal, menciptakan lapangan pekerjaan," ungkapnya.

"Kemudian kita melegalkan sumur-sumur yang selama ini punya mereka. Supaya mereka tidak lagi ada rasa ketakutan dari pihak-pihak/oknum-oknum tertentu," sambung Bahlil.

Usai menjadi sumur rakyat, hasil produksi minyak nantinya akan dibeli oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) sekelas Pertamina ataupun Medco Energy. "Termasuk Pertamina ada, beberapa juga ada seperti Medco dan KKKS lain," imbuhnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya