Warren Buffett Fokus Filantropi Setelah Mundur sebagai CEO Berkshire Hathaway

Investor legendaris Warren Buffett akan mundur dari CEO Berkshire Hathaway akhir 2025, siap 'diam' dari surat tahunan/

oleh Agustina MelaniMuhammad IsmailDiterbitkan 14 November 2025, 20:24 WIB
Miliarder atau Orang Terkaya Dunia Warren Buffet. Foto: Yuri Gripas/AFP

Liputan6.com, Jakarta - Investor legendaris Warren Buffett, yang dijuluki 'Oracle of Omaha' akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai CEO Berkshire Hathaway pada akhir tahun 2025. Keputusan ini menandai babak baru bagi konglomerat investasi tersebut.

Meskipun akan 'berdiam diri' dari hiruk pikuk surat tahunan kepada pemegang saham yang telah menjadi tradisinya sejak 1965, Buffett tidak akan sepenuhnya meninggalkan panggung bisnis. Ia berencana untuk tetap mengirimkan pesan Thanksgiving tahunan dan, yang terpenting, meningkatkan kegiatan filantropinya secara signifikan. Demikian mengutip CNN, Jumat (14/11/2025).

Pengunduran diri ini telah lama dinanti, mengingat usianya yang akan menginjak 95 tahun pada November 2025. Rencana suksesi di Berkshire Hathaway sendiri sudah jelas, Greg Abel ditunjuk sebagai penerusnya. Langkah ini menegaskan komitmen Buffett terhadap keberlanjutan perusahaan yang telah ia pimpin selama enam dekade.

Saat ini, Warren Buffett masih aktif menjabat sebagai CEO Berkshire Hathaway. Meski usia di atas 90 tahun, ia tetap bekerja di kantor lima hari seminggu, menunjukkan vitalitas dan komitmennya yang tak tergoyahkan.

Setelah pengunduran dirinya, Warren Buffett berjanji untuk meningkatkan kegiatan filantropinya. Ia akan menyumbangkan hampir seluruh saham Berkshire Hathaway yang masih dimilikinya, senilai USD 149 miliar atau sekitar Rp 2.491 triliun, kepada empat yayasan keluarganya.

Langkah ini merupakan kelanjutan dari misi filantropinya yang sudah lama berjalan. Buffett dikenal sebagai seorang dermawan yang telah berjanji untuk menyumbangkan sebagian besar kekayaannya untuk amal. Konversi 1.800 lembar saham Berkshire Hathaway menjadi saham kelas B senilai USD 1,35 miliar (sekitar Rp 22,5 triliun) baru-baru ini menjadi simbol percepatan dalam misi tersebut.

Meskipun akan 'berdiam diri' dari penulisan surat tahunan, Buffett akan tetap mengirimkan pesan Thanksgiving. Selain itu, kecintaannya pada membaca dan belajar, yang telah menjadi rahasia suksesnya selama ini, kemungkinan besar akan terus menjadi bagian dari rutinitas hariannya, memungkinkan ia untuk terus mengasah pemikirannya.

Memuji Greg Abel

Miliarder atau Orang Terkaya Dunia Warren Buffet. Foto: AFP

Buffett akan digantikan oleh Greg Abel (63) yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua bidang operasi non-asuransi Berkshire Hathaway. Abel sudah ditunjuk sebagai penerus Buffett sejak 2021 dan kini bersiap mengambil alih tongkat estafet dari salah satu investor paling disegani di dunia.

Dalam pesannya, Buffett kembali memuji Abel, menyebutnya sebagai sosok yang memenuhi harapan tinggi sejak pertama kali ia pertimbangkan menjadi CEO berikutnya.

"Ia telah memenuhi harapan tinggi yang saya miliki saat pertama kali berpikir ia seharusnya menjadi CEO Berkshire berikutnya," tulis Buffett dengan nada optimistis.

Sementara itu, saham Berkshire Hathaway (BRK.B) terus menunjukkan performa solid dengan kenaikan lebih dari 10 persen sepanjang tahun ini, mendorong kapitalisasi pasarnya menembus USD 1 triliun atau sekitar Rp 16.720 triliun. Buffett yakin konglomerat yang telah ia pimpin selama enam dekade akan tetap kokoh dan berkembang, meski tanpa dirinya di kursi CEO.

 

Warisan dan Filosofi Sang Oracle of Omaha

Peringkat kedua diikuti oleh pemilik Berkshire Hathaway, Warren Buffett. Kekayaan pria 86 tahun ini mencapai US$ 75,6 miliar atau sekitar Rp 1.005 triliun. (NYC)

Warren Buffett bukan hanya dikenal sebagai investor ulung, tetapi juga sebagai simbol kapitalisme Amerika yang humanis. Filosofi investasinya yang berorientasi nilai dan kesabarannya telah menginspirasi banyak pihak di seluruh dunia. Ia telah membuktikan bahwa kesuksesan finansial dapat dicapai dengan integritas dan pandangan jangka panjang.

Meski akan mundur dari posisi puncak, warisan Buffett di Berkshire Hathaway akan tetap abadi. Ia telah membangun sebuah konglomerat yang tangguh dengan budaya investasi yang kuat, yang diyakininya akan terus berkembang di bawah kepemimpinan baru. Pesan-pesannya yang lugas dan penuh kebijaksanaan akan terus menjadi panduan bagi investor dan pebisnis.

Kesehatan Buffett yang masih terjaga di usianya yang lanjut, serta semangatnya untuk terus bekerja dan berkontribusi, menunjukkan dedikasi luar biasa terhadap prinsip-prinsip yang ia yakini. Pengunduran dirinya menandai akhir sebuah era, tetapi filosofi dan dampak positifnya akan terus terasa dalam dunia bisnis dan filantropi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya