Miliarder Prancis Xavier Niel Beli Properti Bersejarah, Nilainya Fantastis

Miliarder Prancis, Xavier Niel, membeli properti berusia 250 tahun. Pembelian ini masuk daftar akuisisi properti mewah Niel.

oleh Muhammad IsmailDiterbitkan 18 November 2025, 06:00 WIB
Miliarder pemilik Iliad Group dan Free Telecom asal Prancis, Xavier Niel, menghadiri "Choose France Summit" yang bertujuan menarik investor asing ke Prancis, di Istana Versailles, dekat Paris, Senin, 19 Mei 2025. (Gonzalo Fuentes/Pool via AP)

Liputan6.com, Jakarta - Miliarder Prancis sekaligus tokoh telekomunikasi Eropa, Xavier Niel kembali menjadi sorotan dunia kemewahan setelah membeli salah satu properti paling bersejarah di kawasan Versailles, Paris, Prancis.

Dikutip dari thereadeal.com. Selasa (18/11/2025), Niel disebut sebagai "Raja Versailles" berikutnya setelah membayar USD 44,8 juta, sekitar Rp 747 miliar (kurs dolar Rp 16.690) untuk Pavillon de Musique du Barry, bangunan neoklasik ikonis dibangun lebih dari 250 tahun lalu untuk Jeanne Bécu, Comtesse du Barry, selir terakhir Raja Louis XV.

Akuisisi ini menandai keseriusannya dalam mengoleksi properti bernilai sejarah tinggi di Prancis, sekaligus memperpanjang rekam jejaknya sebagai investor yang agresif di bidang real estat.

Transaksi ini sebenarnya telah ditutup pada Juli lalu. Pavillon de Musique du Barry, yang terletak di Louveciennes, pinggiran kota Versailles, telah ditawarkan di pasar properti selama enam tahun terakhir dengan harga permintaan sekitar USD 51,2 juta atau sekitar Rp 854 miliar, sebelum akhirnya diakuisisi oleh Niel.

Properti ini langka dan luar biasa, tidak hanya karena usia dan arsitekturnya, tetapi juga karena sejarah para pemiliknya.

Sebelumnya, bangunan ini pernah dimiliki oleh raksasa parfum Francois Coty, produsen kasur mewah Treca, hingga yayasan yang menangani harta warisan pembuat furnitur terkenal Julienne Dumeste.

Sebagai bangunan bersejarah, Pavillon ini memiliki aula berlapis marmer, taman luas terawat, dan kamar-kamar megah dengan pemandangan spektakuler mengarah ke Menara Eiffel.

Sejarah Pavillon de Musique du Barry dan Fungsinya di Era Modern

Miliarder penyedia layanan internet broadband Prancis Iliad, Xavier Niel (kiri), dan istrinya yang merupakan Wakil Presiden Eksekutif Louis Vuitton, Delphine Arnault, tiba untuk menghadiri jamuan makan malam untuk menghormati Raja Denmark Frederik X dan Ratu Mary di Istana Élysée, Paris, Senin, 31 Maret 2025. (AP Photo/Michel Euler)

Dahulu, bangunan ini bukan merupakan rumah utama Comtesse du Barry, melainkan tempat penyelenggaraan konser privat, jamuan makan eksklusif, dan pertemuan bangsawan pada masa kejayaan Kerajaan Prancis.

Namun sejarahnya berubah kelam ketika du Barry menjadi salah satu korban Pemerintahan Teror selama Revolusi Prancis.

Meski berusia lebih dari dua setengah abad, Pavillon de Musique du Barry tetap menjadi lokasi favorit untuk berbagai acara bergengsi.

Dalam beberapa tahun terakhir, bangunan ini menjadi tempat pernikahan mewah dan menjadi lokasi kampanye mode Christian Dior Couture.

Keterlibatan Delphine Arnault, CEO Dior, sekaligus kerabat dekat keluarga Arnault juga memperkuat posisi bangunan ini dalam dunia mode dan kemewahan. Hubungan erat antara keluarga Arnault dan Xavier Niel semakin menonjol dalam hal ini.

 

Ambisi Niel, Kolektor Properti Bersejarah

Xavier Niel, yang mengumpulkan kekayaannya melalui perusahaan telekomunikasi Iliad, semakin dikenal sebagai kolektor properti kelas dunia.

Pada 2022, ia membeli Hotel Lambert seharga lebih dari €200 juta, sekitar Rp 3,8 triliun, merupakan salah satu transaksi properti pribadi terbesar dalam sejarah Prancis.

Miliarder dengan kekayaan bersih sekitar USD 13,5 miliar, sekitar Rp 225 triliun, itu juga aktif berinvestasi di startup dan real estat Eropa, serta memiliki saham di Unibail, Rodamco, Westfield SE.

Pembelian Pavillon de Musique du Barry memperkuat reputasinya sebagai kolektor properti bersejarah yang bersedia menggelontorkan dana besar demi melestarikan bangunan bersejarah yang sarat nilai budaya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya