Liputan6.com, Washington D.C - Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth pada Kamis (13/11/2025) mengumumkan dimulainya operasi militer baru untuk "mengusir teroris narkotika", sebuah langkah yang memantik kekhawatiran akan potensi serangan darat dan perluasan konflik di kawasan Amerika Latin.
"Hari ini saya mengumumkan Operasi Southern Spear," tulis Hegseth di platform X.
Advertisement
"Misi ini bertujuan melindungi Tanah Air, membersihkan Belahan Bumi dari teroris narkotika, dan menghentikan aliran narkoba yang merenggut nyawa rakyat Amerika Serikat."
Hegseth tidak merinci tindakan apa yang akan dilakukan dalam operasi baru ini atau bagaimana perbedaannya dengan operasi militer yang sudah berlangsung, dikutip dari laman France24, Jumat (14/11/2025).
Pemerintahan Presiden Donald Trump saat ini tengah meningkatkan operasi militernya di Karibia dan Pasifik timur, mengerahkan kekuatan laut dan udara untuk apa yang digambarkan sebagai kampanye antinarkoba.
Sejak awal September, pasukan AS telah menyerang sekitar 20 kapal di perairan internasional kawasan tersebut, menewaskan sedikitnya 76 orang berdasarkan data resmi pemerintah AS.
Saat dimintai penjelasan lebih jauh mengenai Operasi Southern Spear, juru bicara Pentagon merujuk kembali pada pernyataan Hegseth di X, tanpa memberikan informasi tambahan.
Sementara itu, CBS News melaporkan bahwa para pejabat militer senior telah menyampaikan kepada Trump sejumlah opsi terbaru terkait operasi potensial di Venezuela—termasuk kemungkinan serangan darat.