Kementerian ESDM: Tambang Freeport Sudah Beroperasi Lagi

Kementerian ESDM menyatakan, dua blok yang telah beroperasi di Tambang Freeport Indonesia yakni DLMZ dan Big Gossan.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 14 November 2025, 08:00 WIB
Tambang Grasberg PT Freeport Indonesia. Foto: Liputan6.com/Ilyas Istianur P

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sudah merestui dua blok tambang bawah tanah PT Freeport Indonesia (PTFI) beroperasi kembali. Sebelumnya, tambang bawah tanah PTFI disetop sementara setelah insiden longsor.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba), Kementerian ESDM, Tri Winarno menyampaikan dua blok yang telah beroperasi yakni Deep Mill Level Zone (DMLZ) dan Big Gossan.

"Sudah, sudah (beroperasi), yang DLMZ dan Big Gossan," kata Tri, ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, dikutip Jumat (14/11/2025).

Operasional keduanya sempat disetop karena adanya insiden longsor di tambang Grasberg Block Cave (GBC). DMLZ dan Big Gossan sendiri disebut tak masuk area terdampak longsor.

Tri mengatakan produksi dari kedua blok itu tidak terlalu besar. "Enggak banyak dia (produksinya). Dia cuma 600 ribu (ton) per tahun, kira-kira," katanya.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia masih mengkaji pembukaan operasional kawasan tambang bawah tanah milik PT Freeport Indonesia (PTFI) yang tidak terdampak longsor. Pasalnya, sebagian besar tambang Grasberg Block Cave (GBC) disetop sementara karena insiden longsor.

Ditinjau

Bahlil membuka peluang dua kawasan lainnya yang tidak terdampak longsor untuk bisa beroperasi kembali. Keduanya yakni Deep Mill Level Zone (DMLZ) dan Bog Gossan.

"Ada bagian yang memang tidak ada kaitannya dengan musibah. Ini lagi di-exercise untuk bagaimana bisa kita produksi," kata Bahlil ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin, 10 November 2025.

Berdampak ke Smelter

PT Freeport Indonesia terus melakukan penanaman kembali (revegetasi) sebagai bagian dari proses reklamasi di kawasan tambang terbuka Grasberg yang telah ditutup sejak 2020. Foto: Nurmayanti/Liputan6.com

Dia menjelaskan, jika produksi tidak dilakukan, maka akan berdampak pada pendapatan negara, termasuk ekonomi daerah. Penghentian produksi juga dikhawatirkan mengganggu operasional smelter PTFI di Gresik, Jawa Timur.

"Karena kalau tidak kita produksi Itu dampaknya nanti kepada pendapatan negara, karyawan di sana, kemudian pendapatan daerah, dan juga adalah kontinuitas terhadap smelter yang ada di Gresik," ucapnya.

"Jadi ada dua bagian, dan sekarang tim kita masih di sana makanya saya belum berani untuk ngomong secara menyeluruh, karena timnya kita belum kasih laporan," Bahlil menambahkan.

GBC Belum Beroperasi

PT Freeport Indonesia (PTFI) terus merestorasi kawasan bekas tambang terbuka Grasberg. (Dok Freeport)

Bahlil menerangkan, bagian tambang Grasberg Block Cave (GBC) masih belum beroperasi pasca longsor beberapa waktu lalu. Adapun, proses investigasi masih terus dilakukan tim Kementerian ESDM.

Setidaknya, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) dan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) terlibat dalam investigasi.

"Jadi begini, tambang di sana itu kan ada dua. Di bagian yang kena musibah itu kita belum melakukan pergerakan apa-apa, sambil kita mempelajari, tambang underground di Freeport itu kan gede," jelas Bahlil.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya