Liputan6.com, Jakarta - Saat berkendara, pengemudi tidak bisa melihat secara keseluruhan area mobil, baik melalui spion atau pandangan langsung. Area tersebutlah yang dimaksud dengan blind spot atau titik buta pada mobil.
Area ini sangat berbahaya karena dapat menyembunyikan kendaraan lain, pejalan kaki, atau objek lain yang dapat menimbulkan kecelakaan.
Advertisement
Pemahaman mengenai blind spot sangatlah penting untuk menjaga keamanan saat berkendara.
Dilansir dari laman Auto2000, ada beberapa area blind spot yang umum pada mobil.
Secara umum, semakin besar ukuran kendaraan, semakin besar pula area blind spot-nya. Berikut adalah titik buta yang umum pada mobil.
1. Sisi Belakang Kanan dan Kiri
Area tersembunyi ini sering ditemui pada mobil dengan pilar C yang tebal.
2. Area Belakang Mobil
Terutama saat berbelok atau berpindah jalur, area ini rawan sekali dengan kecelakaan yang melibatkan pengendara bermotor juga sepeda.
3. Belakang Mobil Tepat
Area ini tentu sulit sekali untuk dilihat, terutama pada kaca mobil yang sempit atau tertutup dengan muatan.
4. Area di Sekitar Mobil saat Macet
Ketika macet, pejalan kaki atau pengendara motor sering menyalip di antara mobil.
Hal ini yang menimbulkan kecelakaan karena sulit sekali terlihat oleh pengemudi mobil.
5. Area Depan Bawah Mobil
Hal ini terutama bagi mobil yang memiliki kap mesin tinggi.
Faktor yang Memperluas Blind Spot:
Ternyata selain area yang disebutkan di atas, ada faktor-faktor lain yang dapat memperluas blind spot dan meningkatkan risiko kecelakaan. Berikut uraiannya:
1. Keterbatasan Jangkauan Kaca Spion
Kaca spion standar mungkin tidak dapat mencakup seluruh area mobil.
2. Kurangnya Perhatian Pengemudi
Kurangnya fokus pada pengemudi dapat menimbulkan kecelakaan karena pengemudi tidak menyadari keberaadaan pengendara lain.
3. Dimensi Kendaraan yang Besar
Truk, bus, dan SUV adalah kendaraan dengan blind spot yang lebih luas jika dibandingkan dengan mobil berdimensi kecil.
4. Muatan Kabin yang Menghalangi Pandangan
Barang bawaan di dalam kabin yang terlalu banyak dan menumpuk dapat menghalangi pandangan pengemudi ke area belakang.
5. Cuaca Buruk
Hujan, kabut, bahkan salju dapat mengurangi jarak pandang pengemudi.
Tips Penting dan Teknologi Canggih untuk Menghindari Blind Spot
Meski blind spot adalah kondisi yang sulit dihindari, ada beberapa tips untuk mengurangi risiko tersebut. Berikut tipsnya.
1. Atur Kaca Spion dengan Benar
Pastikan kaca spion diatur secara baik agar pandangan ke sisi mobil lebih luas dan tidak terlalu menampilkan bodi kendaraan. Maka dari itu, area blind spot dapat berkurang secara signifikan.
2. Gunakan Fitur Blind Spot Monitoring (BSM)
Fitur BSM menggunakan sensor untuk mendeteksi kendaraan di area blind spot dan memberi peringatan melalui indikator atau suara.
3. Jaga Jarak Aman dengan Kendaraan Lain
Hindari berada terlalu dekat dengan kendaraan lain agar menjaga jarak aman dan punya ruang yang cukup antarmobil.
Gunakan Teknologi Canggih yang Tersedia
Teknologi canggih untuk mengatasi blind spot dapat membantu pengemudi mengatasi titik rawan. Berikut teknologinya.
1. Rear Cross Traffic Alert (RCTA)
Sistem yang membantu pengemudi mendeteksi kendaraan yang mendekat dari samping saat mundur.
2. Kamera 360 Derajat.
Kamera ini berguna untuk memberikan tampilan di area sekitar mobil secara menyeluruh, sehingga membantu pengemudi melihat area rawan blind spot.
Meski mini banyak teknologi canggih yang tertera pada fitur mobil, kesadaran dan kewaspadaan pengemudi tetaplah menjadi prioritas utama dalam berkendara.
Hal itu dilakukan untuk menghindari kecelakaan akibat blind spot. Tetaplah fokus dalam berkendara dan ikuti tips di atas tadi sebagai pengingat.