Ultimatum Mengejutkan Vinicius: Antara Cinta pada Madrid dan Ketidaksukaan pada Xabi Alonso

Menurut kabar, Vinicius menegaskan kepada presiden klub, Florentino Perez, bahwa ia tidak akan menandatangani kontrak baru jika Xabi Alonso tetap menjadi pelatih.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 12 November 2025, 21:51 WIB
Penyerang Real Madrid asal Brasil #07, Vinicius Junior, berjalan melewati pelatih Real Madrid asal Spanyol, Xabi Alonso, saat ia digantikan dalam pertandingan Liga Spanyol antara Real Madrid CF dan FC Barcelona di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, pada 26 Oktober 2025. (Oscar DEL POZO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Hubungan antara Vinicius Junior dan Real Madrid tengah berada di ujung tanduk. Bintang asal Brasil itu dikabarkan melayangkan ultimatum mengejutkan kepada klub di tengah pembahasan kontrak barunya. Masalahnya bukan soal uang, melainkan siapa yang duduk di kursi pelatih.

Menurut laporan Defensa Central, Vinicius menegaskan kepada presiden klub, Florentino Perez, bahwa ia tidak akan menandatangani kontrak baru jika Xabi Alonso tetap menjadi pelatih. Percakapan itu diyakini terjadi beberapa hari lalu dan mengguncang kantor Santiago Bernabeu.

Situasi ini memunculkan ketegangan baru di dalam tubuh Madrid. Alonso, yang baru saja membawa semangat disiplin dan meritokrasi ke ruang ganti, tampaknya belum mampu mendapatkan kepercayaan penuh dari sang bintang.


Vinicius dan Ketidakpuasan yang Mendidih

Vinicius Junior dari Real Madrid ditahan oleh staf pelatih saat terjadi keributan setelah pertandingan La Liga melawan Barcelona di Madrid, Spanyol, Minggu, 26 Oktober 2025. (AP Photo/Bernat Armangue)   

Di balik ultimatum tersebut, tersimpan rasa tidak puas Vinicius terhadap pendekatan Alonso. Pemain berusia 25 tahun itu kabarnya frustrasi karena merasa kurang dihargai dan tidak mendapatkan kepercayaan yang semestinya dari sang pelatih.

Alonso dikenal tegas dalam menerapkan disiplin taktik serta pemilihan pemain berdasarkan performa, bukan nama besar. Akibatnya, Vinicius lebih sering duduk di bangku cadangan atau diganti lebih cepat dalam beberapa pertandingan musim ini. Situasi itu jelas membuat sang pemain kesal, terutama karena ia menganggap dirinya sebagai wajah utama proyek Real Madrid.

Sementara itu, Perez berada di posisi serbasulit. Ia sangat ingin mengikat Vinicius dengan kontrak jangka panjang dan melihatnya sebagai bagian penting dari masa depan klub. Akan tetapi, Alonso kini memiliki wibawa besar di ruang ganti. Banyak pemain dan staf menghormatinya karena ketegasan serta konsistensinya dalam mengambil keputusan.

Perez pun enggan merusak keseimbangan otoritas pelatih hanya demi satu pemain, seberbakat apa pun ia. Jika Perez memihak Vinicius, hal itu berpotensi mengguncang harmoni tim yang sedang dibangun Alonso.


Masa Depan Vinicius yang Menggantung

Penyerang Real Madrid asal Brasil #07, Vinicius Junior, bereaksi terhadap pergantian pemain dalam pertandingan Liga Spanyol antara Real Madrid CF dan FC Barcelona di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, pada 26 Oktober 2025. (Oscar DEL POZO/AFP)

Konflik ini kini menjadi isu paling sensitif di dalam klub. Kontrak Vinicius masih berlaku hingga 2027, tetapi jika situasi tidak segera diselesaikan, ia berpeluang mulai bernegosiasi dengan klub lain dan bahkan pergi secara gratis di akhir masa kontraknya.

Belum ada kepastian apakah ultimatum itu benar-benar akan memengaruhi keputusan Perez. Namun, satu hal yang jelas: hubungan antara Vinicius dan Alonso kini retak dalam.

Bila retakan itu tidak segera ditambal, Real Madrid bisa saja kehilangan salah satu aset terbesarnya bukan karena tawaran menggiurkan—melainkan karena ketidakharmonisan di dalam ruang ganti.

Sumber: Defensa Central, Madrid Universal


Klasemen La Liga/Liga Spanyol

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya