Kisah Haru di Balik Gaun Buatan 1952 yang Bikin Ariana Grande dan Penata Gayanya Menangis

Ariana Grande mengenakan gaun 1952 untuk promosi sekuel film Wicked, Wicked: For Good, yang dibintanginya bersama Cynthia Erivo.

oleh Salsa Nur FadillahDiterbitkan 13 November 2025, 14:30 WIB
Ariana Grande dengan balutan gaun artefak berusia 73 tahun yang membawa begitu banyak makna hingga membuat sang aktris dan penata gayanya tak kuasa menahan air mata. (dok. HENRY NICHOLLS / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Promosi sekuel film Wicked, Wicked: For Good, resmi dimulai. Pemeran Glinda, Ariana Grande, hadir di ODEON Luxe Leicester Square pada Senin, 10 November 2025, dengan mengenakan gaun hitam berusia 73 tahun. Gaun itu memiliki banyak makna hingga membuat sang aktris dan penata gayanya, Law Roach, tak kuasa menahan air mata.

Melansir People, Rabu, 12 November 2025, untuk malam pembukaan di London, mereka tidak memilih desainer modern yang sedang tren. Sebaliknya, mereka menggali arsip sejarah dan menemukan sebuah ball gown hitam one-shoulder yang menawan. Gaun ini disebut pusaka yang dibuat pada 1952.

Gaun tersebut awalnya dirancang untuk film musikal Lovely to Look At oleh desainer kostum legendaris, Gilbert Adrian. Signifikansi nama Adrian inilah yang menjadi inti dari keseluruhan penampilan.

Gilbert Adrian adalah sosok jenius di balik estetika visual film klasik The Wizard of Oz (1939). Dialah yang bertanggung jawab atas terciptanya detail ikonis seperti sandal ruby milik Dorothy dan gaun gelembung khas Glinda. Bagi Grande, yang kini mengemban warisan karakter Glinda, mengenakan karya sang maestro orisinal adalah sebuah momen "lingkaran penuh" yang luar biasa.

Gaun koleksi Lily et Cie di Los Angeles ini lebih dari sekadar busana, ia adalah jembatan yang menghubungkan warisan Oz di masa lalu dengan interpretasinya di masa kini. Tak heran jika momen fitting gaun ini menjadi begitu emosional.

"Law dan saya menangis berkali-kali selama pemasangan ini." katanya. "Sekarang memilikinya dalam koleksi vintage pribadi kami, dan memakai sesuatu yang dibuat olehnya di karpet ini, terasa sangat emosional dan bermakna." 

Evolusi Glinda dari Merah Jambu ke Sisi yang Lebih Dewasa

Ariana Grande dengan balutan gaun artefak berusia 73 tahun yang membawa begitu banyak makna hingga membuat sang aktris dan penata gayanya tak kuasa menahan air mata. (dok. HENRY NICHOLLS / AFP)

Para penggemar yang mengikuti tur pers Wicked: Part 1 mungkin terkejut dengan pilihan warna hitam yang dramatis. Sebelumnya, Grande identik dengan busana-busana merah jambu cerah yang terinspirasi dari karakter Glinda yang ceria dan populer. Namun, pilihan gaun hitam vintage ini mejadi sinyal bahwa narasi yang akan dibawakan dalam Wicked: For Good akan menjelajahi sisi yang berbeda dari sang Penyihir Baik.

Grande mengonfirmasi pergeseran nuansa ini. Ia mencatat bahwa penampilannya kali ini akan terasa "lebih dewasa dan lebih emosional." Ini bukan berarti ia meninggalkan karakter yang ia cintai, melainkan menunjukkan evolusinya. Pilihan busana yang lebih gelap dan sofistiker ini mencerminkan kedalaman dan kompleksitas yang akan dihadapi Glinda dalam babak selanjutnya dari ceritanya.

Ini adalah strategi method dressing yang cerdas, dengan pakaian menjadi perpanjangan tangan dari narasi film itu sendiri. "Ini masih terasa seperti perpanjangan dari alur ceritanya Glinda. Kami hanya menceritakan bagian yang berbeda dari kisahnya," ujar Ariana. 

 

 

Visi Law Roach dan Ariana Grande

Ariana Grande dengan balutan gaun artefak berusia 73 tahun yang membawa begitu banyak makna hingga membuat sang aktris dan penata gayanya tak kuasa menahan air mata. (dok. HENRY NICHOLLS / AFP)

Setiap penampilan ikonis di karpet merah adalah hasil dari kolaborasi kreatif yang intens, dan hubungan antara Ariana dan Law Roach adalah buktinya. Roach, sang "arsitek citra" berusia 47 tahun, telah lama dikenal kemampuannya dalam menciptakan momen mode yang tak terlupakan.

Beberapa minggu sebelum tur pers dimulai, Roach secara eksklusif telah memberikan sedikit gambaran tentang proses kreatif mereka kepada PEOPLE. "Oh, sayang, ada papan suasana hati. Ada berjam-jam pas dan tertawa dan mengumpat. Ini hanya banyak lamunan dan imajinasi," ungkap Roach pada 23 Oktober 2025.

Hal ini melukiskan gambaran jelas tentang proses di balik layar sebuah pusaran energi kreatif, dedikasi penuh, dan imajinasi liar yang diperlukan untuk membangun sebuah "portofolio penampilan" untuk tur pers sebesar Wicked. Mereka tidak hanya memilih baju, mereka membangun dunia.

Hati di Balik Kemewahan Terdapat Apresiasi dan Rasa Syukur

4 looks berbeda Ariana Grande di MTV VMAs 2025. [@nawa3emcom].

Roach mengungkap rahasia di balik penampilan memukau Ariana Grande yang dipenuhi gaun adibusana dan arsip vintage: ketulusan hati. Di tengah gemerlap industri mode yang cepat dan menuntut, Roach menekankan bahwa Grande memiliki rasa terima kasih yang mendalam yang jarang terlihat publik.

Grande tidak hanya puas mengenakan desain mewah; ia menunjukkan penghargaan tulus kepada setiap orang dalam tim kreatifnya. Roach menyebutkan bahwa Ariana sangat menghargai peran semua pihak.

"Apa yang perlu diketahui orang tentang dia adalah rasa terima kasih dan penghargaannya, yang harus dimainkan, Anda tahu, peran ini, tetapi juga, dia sangat bersemangat dan berterima kasih kepada para desainer yang membuat gaun dan gaun ini untuknya," katanya, mencatat bahwa dia akan mengungkapkan rasa terima kasihnya langsung kepada para desainer.

Macam-macam material fesyen berkelanjutan. (dok. Liputan6.com/Trie Yasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya