Satgas Cesium-137 Temui Pengusaha AS, Beri Penjelasan Soal Udang dan Cengkeh

Satgas Cesium-137 Temui Pengusaha AS memberikan Penanganan radiasi Cs-137 pada udang beku dan cengkeh

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 12 November 2025, 20:30 WIB
Belakangan, kontaminasi radionuklida Cesium-137 (Cs-137) ditemukan di kawasan industri Cikande, Serang, Banten dalam produk udang beku. Foto: tpntp26/Freepik.

Liputan6.com, Jakarta Satuan Tugas Penanganan Radiasi Cesium-137 telah menemui asosiasi pengusaha Amerika Serikat (AS). Salah satunya membahas penanganan radiasi Cs-137 pada udang beku dan cengkeh asal RI, serta mitigasi ke depannya.

Ketua Bidang Diplomasi dan Komunikasi Publik Satgas, Bara Krishna Hasibuan menuturkan pihaknya sudah bertemu dengan American Nuclear Society (ANS) dan pelaku usaha AS. Diantaranya Walmart, National Fisheries Institute (NFI), American Spice Trade Association (ASTA) dan McCormick sebagai importir rempah Indonesia).

"ANS menyampaikan pentingnya transparansi dalam berbagi data dan informasi terkait proses dekontaminasi, hasil analisis kontaminasi serta mitigasi untuk memastikan langkah preventif, termasuk pemasangan detektor radiasi di fasilitas pengolahan scrap metal. Indonesia mendapatkan proposal kerjasama teknis untuk peningkatan kapasitas baik peralatan maupun pelatihan," tutur Bara dalam Konferensi Pers di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu (12/11/2025).

Sementara itu, Walmart menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dengan pemerintah Indonesia dalam upaya pemulihan pasar dan reputasi produk Indonesia. Namun menegaskan bahwa aspek food safety tetap menjadi prioritas utama dalam kemitraan dagang.

"NFI, ASTA dan McCormick mendukung langkah yang dilakukan Satgas Cs-137 agar produk udang dan rempah yang terkena import alert dapat kembali diekspor ke AS. Dicapai kesepakatan untuk saling bekerjasama dalam melakukan kampanye positif di kalangan konsumen AS," jelas dia.

Bara menjelaskan lagi, dalam memperkuat upaya diplomasi dan kampanye positif, Satgas Cs-137 mengajak importir dan asosiasi untuk rempah dan perikanan di AS agar terhubung dengan asosiasi serupa di Indonesia.

 

2 Kontainer Alas Kaki Dikembalikan

Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (29/10/2021). Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan neraca perdagangan Indonesia pada September 2021 mengalami surplus US$ 4,37 miliar karena ekspor lebih besar dari nilai impornya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Satuan Tugas Penanganan Radiasi Cesium-137 (Satgas Cs-137) mengamini ada dua kontainer alas kaki asal Indonesia yang diduga terkontaminasi. Keduanya akan dicek secara menyeluruh oleh Satgas.

Ketua Bidang Diplomasi dan Komunikasi Publik, Satgas Penanganan Cs-137, Bara Krishna Hasibuan mengatakan telah mendapat laporan dari otoritas Amerika Serikat (AS). Dilaporkan ada temuan kontaminasi Cs-137 pada produk alas kaki yang diekspor RI ke AS tersebut.

"Kami mendapatkan informasi lanjutan bahwa terdapat temuan kontaminasi Cs-137 pada produk alas kaki yang diekspor ke AS. Setelah kami telusuri, terdapat 2 kontainer suspect Cs-137 yang dipulangkan kembali ke Indonesia," kata Bara dalam Konferensi Pers, di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Rabu (12/11/2025).

 

 

 

Masih Diperiksa

Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (29/10/2021). Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan neraca perdagangan Indonesia pada September 2021 mengalami surplus US$ 4,37 miliar karena ekspor lebih besar dari nilai impornya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Dia menjelaskan, kontainer pertama sudah tiba sebulan yang lalu di Indonesia. Hanya saja, belum diproses oleh pihak produsen sehingga belum ada pemeriksaan.

Kontainer kedua sudah tiba pada 29 Oktober 2025 dengan notifikasi adanya kontaminasi Cs-137 dan sudah dilakukan pemeriksaan oleh BAPETEN pada 30 Oktober 2025.

"Hasil pemeriksaan pada kontainer kedua tidak ditemukan kontaminasi di permukaan sehingga aman untuk disimpan di pelabuhan. Namun perlu dilakukan uji lab pada produk alas kaki yang akan dilakukan oleh BRIN," ungkap dia.

Dia mengatakan, alas kaki itu berasal dari pabrik yang ada di Cikande, Serang, Banten, namun berada di luar kawasan industri. Meski, pabrik berinisial NM itu masih dalam radius 5 kilometer (km) dari PT Peter Metal Technology (PMT) yang diduga jadi sumber kotaminasi.

 

Temuan Kemenperin

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian menduga cemaran Cs-137 di sepatu ekspor terjadi jauh sebelum udang dan cengkeh.

Kemenperin merujuk pada temuan awal dari Bea Cukai Belanda soal dugaan kontaminasi tersebut. Sedangkan, perusahaan produsen alas kaki itu merujuk pada PT Nikomas Gemilang. Nama ini ada dalam daftar perusahaan yang diduga tercemar Cs-137.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya