Kepala BGN: Belum Ada SPPG Ditutup Permanen Buntut Keracunan, 100% Sudah Lebih Baik

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyatakan belum ada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ditutup permanen.

oleh Raynaldo Ghiffari LubabahDiterbitkan 11 November 2025, 16:36 WIB
Kepala BGN Dadan Hindayana menyebut dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibangun Polri mempunyai alat rapid test yang digunakan untuk menguji makanan yang sudah dimasak. (Foto: Dok BGN)

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyatakan belum ada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ditutup permanen. Hal ini lantaran 100 persen dari SPPG yang sempat mengalami insiden keracunan MBG telah melakukan perbaikan-perbaikan secara maksimal.

"Enggak ada (SPPG yang ditutup permanen). 100 persen setelah mengalami kejadian akhirnya membaik," kata Dadan di Kantor BGN, Jakarta Pusat dilansir Antara, Selasa (11/11/2025).

Dadan menegaskan, seluruh SPPG yang pernah mengalami insiden keamanan pangan terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak pernah mengalami kejadian yang berulang.

"Jadi yang pernah mengalami kejadian, mereka langsung melakukan perbaikan dan evaluasi, sehingga alhamdulillah, yang pernah mengalami insiden keamanan pangan itu malah lebih baik," ujar Dadan.

Ia mengemukakan, prosedur yang dilakukan oleh BGN selama ini yakni menghentikan sementara SPPG yang mengalami insiden kejadian luar biasa (KLB) MBG. Sejauh ini, seluruh SPPG terbukti terus bekerja dan melakukan perbaikan-perbaikan yang signifikan.

Perbaikan SPPG Pascakeracunan Massal

Dadan melanjutkan, SPPG-SPPG selama ini hanya memberhentikan pelayanan sementara, sambil terus memperbaiki operasional, renovasi, maupun pemenuhan standar operasional prosedur (SOP).

"Cara kerjanya mereka terus diperbaiki, dan waktu yang diberikan untuk melakukan evaluasi itu rata-rata sudah cukup, biasanya tergantung besarnya masalah. Setelah itu, biasanya mereka melakukan kegiatan yang jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya," paparnya.

Dadan menyebutkan, hingga saat ini, serapan anggaran MBG sudah mencapai Rp43 triliun, dengan 42,7 juta atau 51,6 persen penerima telah merasakan manfaat MBG. Ia optimistis target 82,9 juta dapat tercapai hingga akhir 2025.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya