Ketua Harian PB Akuatik Indonesia Sebut IOAC 2025 Jadi Seleksi Terakhir Menuju SEA Games

Ketua Harian PB Akuatik Indonesia Harlin E. Rahardjo mengungkap ajang Indonesia Open Aquatic Championships (IOAC) 2025 menjadi layaknya seleksi ke SEA Games 2025.

oleh Theresia Melinda IndrasariDiterbitkan 11 November 2025, 15:33 WIB
Ketua Harian PB Akuatik Harlin E. Rahardjo saat memberi keterangan kepada awak media di sela-sela Indonesia Open Aquatic Championship di Stadion Akuatik GBK, Senayan. (Liputan6.com/Juventus Filadelfia) 

Liputan6.com, Jakarta Ketua Harian PB Akuatik Indonesia Harlin E. Rahardjo mengungkap ajang Indonesia Open Aquatic Championships (IOAC) 2025 menjadi layaknya 'seleksi terakhir' menuju SEA Games 2025.

Pasalnya tak tertutup kemungkinan PB AI akan menambah daftar nama peserta apabila ditemukan talenta muda luar biasa dalam ajang kali ini.

Sekadar informasi, IOAC 2025 berlangsung di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, dan dibagi ke dalam dua bagian berdasarkan cabang olahraga.

Cabor renang, renang master, dan polo air bergulir 11-14 November 2025. Sementara itu, loncat indah dan renang artistik akan lanjut diselenggarakan pada 24-26 November mendatang.

Ditemui awak media saat sela-sela pelaksanaan Indonesia Open Aquatic Championships, Selasa (11/11/2025), Harlin E. Rahardjo pun menjelaskan urgensi ajang yang diikuti oleh sedikitnya 1.600 peserta itu. Selain sebagai event rutin yang menjadi sarana pembinaan, tak tertutup kemungkinan IOAC bisa menjadi gerbang masuknya peserta ke SEA Games Thailand.

"Ya jadi SEA Games sudah dekat ya, jadi tinggal sebulan lagi. Ini merupakan seleksi terakhir," ujar Harlin kepada awak media di Stadion Akuatik GBK, Selasa (11/11/2025) siang WIB.

"Walaupun tim renang dan cabor lain sudah hampir fix, tapi apabila ada yang sesuatu yang istimewa atau luar biasa di event ini, itu akan kita pertimbangkan untuk dilakukan promosi maupun degradasi."


Gaet Bakat yang Berpotensi Hasilkan Medali

Pengurus Besar Akuatik Indonesia (PB AI) kembali menyelenggarakan Kejuaraan Nasional Renang Antar Klub se-Indonesia, yang bertajuk 7th Indonesia Open Aquatic Championships (IOAC) 2025, di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat. (Bola.com/Muhammad Iqbal Ichsan)

Lebih spesifik, Harlin menjelaskan, talenta yang diutamakan untuk digaet ke SEA Games ialah mereka yang terlihat berpotensi menghasilkan medali.

PB AI nantinya akan mengajukan penambahan atlet apabila memang menemukan bakat luar biasa sepanjang pelaksanaan IAOC 2025.

"Apabila tiba-tiba ada atlet muda yang muncul dan berpotensi meraih medali di SEA Games, kita akan ajukan sebagai tambahan atlet," katanya lagi.


Pantau hingga Hari Terakhir

Pengurus Besar Akuatik Indonesia (PB AI) kembali menyelenggarakan Kejuaraan Nasional Renang Antar Klub se-Indonesia, yang bertajuk 7th Indonesia Open Aquatic Championships (IOAC) 2025, di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat. (Bola.com/Muhammad Iqbal Ichsan)

Masih menurut Ketua Harian PB AI, pihaknya akan melakukan pemantauan sampai hari terakhir kompetisi, yakni pada 14 November. Selain renang, tak tertutup pula kemungkinan federasi menggaet atlet cabor akuatik lain untuk diangkut ke SEA Games.

"Ini baru hari pertama dan baru setengah hari. Jadi kita akan lihat keseluruhan sampai akhir nanti tanggal 14," jelas Harlin.

Lanjut Baca:

"Kita juga akan lihat kompetisi di SEA Games. Jadi kita lihat negara-negara lain kelihatannya bagaimana. Kalau kita memerlukan atlet yang luar biasa di penampilannya di sini, bukan tidak mungkin kita tambahkan ke tim renang kita atau cabor-cabor yang lain juga," tandasnya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya