Tak Lagi Populer, Toyota Setop Jualan Fortuner di Australia

Toyota Australia secara resmi mengumumkan, bakal menghentikan penjualan Fortuner mulai pertengahan 2026

oleh Arief AszhariDiterbitkan 12 November 2025, 08:04 WIB
Tak Lagi Populer, Toyota Fortuner Berhenti Dijual di australia (Carexpert)

Liputan6.com, Jakarta - Toyota Australia secara resmi mengumumkan, bakal menghentikan penjualan Fortuner mulai pertengahan 2026. Keputusan ini diambil setelah lebih dari satu dekade SUV tujuh kursi tersebut, menjadi bagian dari jajaran line-up Toyota di Negeri Kanguru.

Wakil Presiden Penjualan dan Pemasaran Toyota Australia, Sean Hanley, mengatakan bahwa Fortuner telah menjadi produk yang hebat selama bertahun-tahun dan memiliki basis pelanggan yang relatif kecil namun antusias.

"Namun, dengan pergeseran preferensi konsumen di Australia, kami memutuskan untuk menghentikan Fortuner," jelas Sean Hanley, dikutip Carexpert, Selasa (11/11/2025).

Data penjualan menunjukkan bahwa Fortuner tertinggal jauh dari para pesaingnya. Dari Januari hingga Oktober 2025, Fortuner hanya mencatat penjualan 2.928 unit, sementara Ford Everest terjual hingga 21.915 unit dan Isuzu MU-X mencapai 12.499 unit.

Toyota Fortuner pertama kali diluncurkan di Australia pada 2015, dengan harga awal di bawah A$50.000. Mobil ini menggunakan mesin diesel turbo 2.8 liter dengan pilihan penggerak dua atau empat roda.

Toyota Australia menegaskan bahwa penghentian ini bukan berarti Fortuner gagal di pasar.

"Setiap produk yang kami hadirkan memiliki peran tersendiri, Fortuner memiliki peran yang kami tahu sejak awal tidak akan menjadi Toyota terlaris," ujar Hanley.

"Fortuner berhasil memenuhi tujuan yang kami tetapkan, tetapi dengan perluasan lini HiLux dan penyesuaian portofolio produk, ini hanyalah keputusan bisnis yang normal bagi kami," tegasnya lagi.

Konsumen Beralih dari Fortuner

Menurut Hanley, banyak pembeli Fortuner kini telah beralih ke model Toyota lainnya.

"Sebagian besar dari mereka beralih kembali ke HiLux, atau berpindah ke SUV seperti LandCruiser Prado atau LandCruiser 300 Series," katanya.

Dengan keputusan ini, penjualan Fortuner di Australia akan berhenti pada pertengahan 2026, tanpa adanya model pengganti langsung yang diumumkan hingga saat ini.

Langkah Toyota tersebut menunjukkan perubahan tren di pasar otomotif Australia. Segmen SUV ladder-frame tujuh kursi, kini menghadapi tekanan besar karena konsumen cenderung memilih kendaraan yang lebih fleksibel atau beralih ke model lain dengan performa penjualan yang lebih kuat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya