NU Kirim Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Genosida di Gaza Palestina

NU Care-LAZISNU menyalurkan bantuan senilai Rp 10 miliar untuk rakyat Gaza, Palestina.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 11 November 2025, 09:50 WIB
NU Care-LAZISNU kembali meneguhkan komitmennya terhadap rakyat Gaza, Palestina. (Tim Humas NU Care-LAZISNU)

Liputan6.com, Jakarta - NU Care-LAZISNU kembali meneguhkan komitmennya terhadap rakyat Gaza, Palestina.

Kali ini, bantuan senilai Rp 10 miliar disalurkan melalui Jordan Hashemite Charity Organization (JHCO) untuk membantu perawatan korban genosida dan pemulihan sarana kesehatan yang hancur akibat agresi militer Israel.

Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU PBNU Riri Khariroh mengatakan, bantuan untuk JHCO diberikan usai pihaknya menyalurkan bantuan kemanusiaan dengan jumlah yang sama melalui lembaga Waqfiyat Al Mustafa untuk pendidikan dan kegiatan keagamaan di Masjid Al Aqsa, Palestina.

"Sejumlah bantuan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian Nahdlatul Ulama terhadap krisis kemanusiaan yang masih berlangsung di Gaza. Bantuan ini digunakan untuk dua hal, yakni perawatan medis bagi korban, terutama anak-anak Gaza yang dirawat di rumah sakit Yordania, serta pemulihan fasilitas kesehatan di Gaza yang rusak parah," ujar Riri seperti dikutip dari siaran pers, Selasa (11/10/2025).

Dia menambahkan, kondisi di Gaza masih sangat sulit. Hal itu diperparah dengan bantuan kemanusiaan kerap terhambat.

"Rumah Sakit Indonesia di Gaza juga mengalami kerusakan parah. Karena itu, kami terus berkoordinasi dengan JHCO untuk menentukan wilayah prioritas penerima bantuan," tutur Riri.

Sebagai informasi, dalam kunjungan ke Yordania pada 26 Oktober 2025, delegasi NU Care-LAZISNU juga meninjau The Specialty Hospital, salah satu rumah sakit pemerintah yang merawat anak-anak korban genosida. Diketahui, dalam kunjungan tersebut banyak kesan mendalam bagi para delegasi.

"Banyak anak-anak mengalami luka serius, kehilangan anggota tubuh, atau harus menggunakan kursi roda. Suasananya sangat mengharukan," terang Riri.

 

Isu Kemanusiaan

Potret kamp tenda untuk warga Palestina yang mengungsi membentang di sepanjang Zawaida di Jalur Gaza tengah pada Selasa 4 November 2025. Sekitar 90% populasi Gaza terpaksa mengungsi, banyak yang tinggal di tempat penampungan darurat yang terbuat dari bahan seadanya. (AP Photo/Abdel Kareem Hana)

Riri menegaskan, isu kemanusiaan di Palestina akan terus menjadi fokus utama NU Care-LAZISNU. Sebagai lembaga zakat dan filantropi Islam, dirinya berkomitmen untuk terus membantu perjuangan rakyat Palestina.

"Setelah penyaluran tahap ini sebesar Rp20 miliar, kami akan mencari cara agar bantuan berikutnya dapat tersalurkan lebih luas," ucap dia.

Riri memastikan, ke depan NU Care-LAZISNU juga berencana memperluas kerja sama dengan lembaga internasional seperti United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA) untuk memastikan bantuan bagi rakyat Palestina tersalurkan secara transparan dan tepat sasaran.

Merespons bantuan tersebut, Direktur Departemen Perencanaan dan Program JHCO, Marwan Al-Hennawy mengapresiasi bantuan NU dan masyarakat Indonesia atas dukungan yang diberikan.

"Kami telah menerima donasi sebesar Rp10 miliar dari NU Care-LAZISNU. Insya Allah, bantuan ini akan disalurkan untuk pasien Gaza yang dirawat di Yordania dan untuk kebutuhan mendesak di Gaza menjelang musim dingin seperti obat-obatan dan perlengkapan medis," tegas Marwan.

Diketahui, Raja Abdullah II telah berkomitmen membawa sekitar 2.000 anak Gaza untuk menjalani perawatan medis di berbagai rumah sakit di Yordania. Beberapa di antaranya kini mulai pulih dan akan segera dipulangkan ke Gaza bekerja sama dengan Kementerian Sosial Yordania.

Infografis Tragedi Kemanusiaan 3.000 Lebih Anak Meninggal di Gaza. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya