Shutdown Pemerintah AS Segera Berakhir, Begini Gerak Harga Kripto

Berikut pergerakan harga kripto termasuk bitcoin setelah kabar kesepakatan politik Senat AS memicu sentimen positif pasar.

oleh Sekar FebrianiDiterbitkan 11 November 2025, 14:11 WIB
Kripto XRP (Foto: Traxer/Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Harga Bitcoin (BTC) tembus level USD 106.000 atau  Rp 1,76 miliar (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.687) untuk pertama kalinya dalam hampir sepekan. Namun, harga bitcoin kembali sentuh USD 105.000 atau Rp 1,75 miliar pada perdagangan Selasa, 11 November 2025.

Berdasarkan data coinmarketcap, harga bitcoin melemah dalam 24 jam terakhir. Harga bitcoin naik 0,52% selama tujuh hari terakhir. Saat ini, harga bitcoin berada di posisi USD 105.173,30 atau Rp 1,75 miliar.

Dikutip dari Yahoo Finance, Selasa, (11/11/2025), harga bitcoin sempat naik setelah muncul laporan Senat Amerika Serikat (AS) telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri penutupan pemerintahan (government shutdown) yang sudah berlangsung selama 40 hari. Penutupan ini tercatat sebagai shutdown terpanjang dalam sejarah AS.

Menurut data CoinGecko, Bitcoin sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, mencatat kenaikan lebih dari 4%. Kenaikan Bitcoin ini turut mendorong optimisme di antara aset kripto utama lainnya. Ethereum tercatat mengalami kenaikan sebesar 7% dan saat ini diperdagangkan pada kisaran USD 3.600. Kenaikan juga terjadi pada XRP dan Solana, yang masing-masing menguat sekitar 6%.

Kebuntuan politik yang berkepanjangan sebelumnya sempat menekan pasar kripto global. Bitcoin bahkan beberapa kali jatuh di bawah USD 100.000 untuk pertama kalinya sejak awal Agustus.

Meskipun kini berbalik naik, harga BTC masih 15% berada di bawah rekor tertingginya, yakni pada USD 126.000 yang tercapai pada awal Oktober. Ethereum bahkan mencatat penurunan lebih dalam pada periode yang sama karena investor cenderung menghindari aset berisiko.

Kondisi ini memperlihatkan bagaimana perkembangan politik AS tetap menjadi faktor penting yang memengaruhi pasar kripto global.

Pasar Kripto Rebond Setelah Tekanan Panjang

Koin Kripto atau Crypto. Disimak harga kripto hari ini.

Dalam beberapa pekan terakhir, pasar kripto mengalami gejolak akibat kombinasi faktor makroekonomi dan ketidakpastian politik di AS.

Selama delapan hari perdagangan terakhir, 11 ETF Bitcoin spot kehilangan lebih dari USD 2,1 miliar atau Rp 35,04 triliun dana kelolaan, sementara sembilan ETF Ethereum mencatat arus keluar bersih hingga USD 579 juta atau Rp 9,6 triliun.

Dilansir dari Yahoo Finance, saham-saham perusahaan kripto juga ikut tertekan. Coinbase, bursa aset digital terbesar di AS, tercatat mengalami penuruna lebih dari 9% pada pekan lalu.

Sementara itu, perusahaan pengelola dana Bitcoin, Strategy, alami kemerosotan hingga lebih dari 8%. Namun, kabar terbaru dari Washington membuat sentimen pasar berbalik arah. Optimisme bahwa pemerintahan AS akan segera kembali beroperasi memicu lonjakan harga di berbagai aset kripto utama.

Senat AS Sepakat Akhiri Shutdown

Ilustrasi berbagai macam aset kripto. (Foto By AI)

Suasana pasar kripto global berbalik positif setelah sejumlah media besar seperti Politico, The Wall Street Journal, dan The New York Times melaporkan Partai Demokrat dan Republik di Senat AS telah mencapai kesepakatan untuk membuka kembali pemerintahan. Kesepakatan itu dicapai setelah sekelompok anggota Partai Demokrat moderat sepakat mendukung langkah prosedural yang akan memulihkan pendanaan pemerintah.

Sebelumnya, Partai Demokrat bersikeras mempertahankan subsidi kesehatan agar biaya asuransi tetap terjangkau. Namun, lamanya penutupan pemerintahan tampaknya membuat isu tersebut tidak lagi menjadi prioritas utama.

Menurut data dari platform Myriad Prediction Market, unit platform prediksi dari DASTAN, para pengguna kini menilai ada lebih dari 90% peluang bahwa penutupan pemerintahan AS akan berakhir sebelum 15 November, naik tajam dari sekitar 37% dalam 24 jam terakhir.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya