13 Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta Masih Dirawat di RSIJ Cempaka Putih, Alami Trauma Pendengaran

Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Cempaka Putih, Jakarta Pusat, mencatat sebanyak 13 korban ledakan di SMAN 72 Jakarta masih menjalani perawatan hingga Senin (10/11/2025).

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 10 November 2025, 13:57 WIB
Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Cempaka Putih. (Foto: Liputan6.com/Muhammad Radityo Priyasmoro).

 

Liputan6.com, Jakarta - Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Cempaka Putih, Jakarta Pusat, mencatat sebanyak 13 korban ledakan di SMAN 72 Jakarta masih menjalani perawatan hingga Senin (10/11/2025). Sebagian besar korban mengalami trauma pendengaran, yang menjadi cedera paling serius akibat insiden tersebut.

Direktur Utama RSIJ Cempaka Putih, Pradono Handojo, menjelaskan bahwa sejak ledakan terjadi pada Jumat (7/11), pihaknya telah menerima total 49 pasien. Dari jumlah itu, 13 orang masih dirawat, termasuk satu pasien di ruang intensive care unit (ICU) dan satu lainnya di high care unit (HCU).

“13 orang ini hampir semuanya kondisinya berangsur-angsur membaik ya Alhamdulillah. Namun secara umum yang kami dapati adalah trauma yang cukup serius pada daerah pendengaran, ada yang mengalami bolong secara total untuk bagian gendang telinga dan juga ada yang sebagian,” kata Pradono.

Menurut Pradono, tim dokter spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) terus memantau perkembangan para pasien. Dia menyebut, dalam kondisi normal, kerusakan gendang telinga dapat membaik dalam dua minggu, namun sebagian kasus mungkin memerlukan tindakan lanjutan.

“Dokter spesialis THT kami mengawasi dan kemudian mengobservasi mudah-mudahan dalam 2 minggu itu akan menyembuh sendiri namun kalau tidak akan ada rencana tindak lanjut,” jelas dia.

 

Tunjukan Perkembangan

Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Daerah Khusus Jakarta, Mikael Azedo Harwito, meninjau langsung kondisi korban ledakan di SMAN 72 Jakarta yang dirawat di RSIJ Cempaka Putih. (Foto: tim Humas Kantor Wilayah Kementerian HAM Daerah Khusus Jakarta).

Pradono merinci, kondisi dua pasien yang dirawat intensif menunjukkan perkembangan meski belum stabil. Pasien yang dirawat di ICU itu sudah dapat membuka mata dan mengikuti perintah sederhana, tetapi masih mengalami luka bakar di wajah serta patah pada rahang atas, sehingga belum dapat dipulangkan.

“Posisi tadi pagi sudah mulai membuka mata yang di ICU dan sudah bisa mulai menggerakkan tangan dan kakinya sesuai dengan perintah,” ujarnya.

Sementara itu, sebelas pasien lainnya berada di ruang rawat inap setelah menjalani rangkaian operasi sejak Jumat. Operasi pertama dimulai pukul 15.00 WIB dan seluruh tindakan baru selesai menjelang dini hari Sabtu.

“Anak-anak ini masih muda dan semangat. Kami berharap mereka pulih bertahap dalam beberapa hari ke depan,” kata Pradono.

Infografis Baterai Ponsel Meledak (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya