Bontang Terbitkan 2.489 NIB, Ekonomi Kreatif dan UMKM Makin Bergeliat

Tingginya angka penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) hingga Oktober 2025 menjadi indikator meningkatnya aktivitas investasi dan ekspansi usaha di daerah pesisir Kalimantan Timur.

oleh Abdul JalilDiterbitkan 09 November 2025, 22:47 WIB
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). (Liputan6.com/ Abdul Jalil)

Liputan6.com, Bontang - Pertumbuhan iklim usaha di Kota Bontang terus menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Pemerintah daerah mencatat peningkatan signifikan dalam penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) hingga Oktober 2025, yang menjadi indikator meningkatnya aktivitas investasi dan ekspansi usaha di daerah pesisir Kalimantan Timur tersebut.

Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menyebutkan, hingga 22 Oktober 2025 telah terbit 2.489 NIB melalui sistem Online Single Submission (OSS) berbasis risiko. Lonjakan ini menjadi bukti kemudahan layanan perizinan, yang turut memperluas ruang gerak pelaku usaha.

“Bontang saat ini tengah bergerak menuju kota investasi yang tangguh dan berdaya saing. Setiap izin yang kami terbitkan adalah bukti nyata komitmen pemerintah,” ujar Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, Jumat (7/11/2025).

Dashboard OSS-RBA Kota Bontang mencatat total 7.210 proyek usaha aktif, didominasi oleh sektor risiko rendah (66,4 persen) dan menengah rendah (12,7 persen). Komposisi tersebut dinilai memberikan kenyamanan lebih bagi investor, karena minim risiko finansial dan operasional.

Adapun sektor dengan penerbitan izin terbanyak didominasi perdagangan eceran, usaha kuliner, serta jasa pendidikan nonformal—tiga bidang dengan perputaran ekonomi cepat dan menyerap banyak tenaga kerja.

Selain NIB, DPMPTSP juga mencatat penerbitan 559 izin lain hingga Oktober 2025 melalui aplikasi Perizinan Digital. Dokumen tersebut terdiri dari 54 izin praktik dokter, 69 izin praktik perawat, 103 persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR), dan 167 izin reklame. Data ini memotret geliat ekonomi yang kian merata, mulai layanan kesehatan hingga promosi bisnis.

 

Dorong Ekonomi Kreatif

Untuk menekan ketergantungan pada sektor industri berat, Pemkot Bontang belakangan menggenjot pengembangan industri kreatif dan pariwisata. Berbagai kegiatan, seperti Bontang City Carnival, digelar untuk menarik minat investor dan memperkenalkan karakter daerah kepada publik luas.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Bontang bukan hanya kota industri, tetapi juga pusat kreativitas dan inovasi. Melalui kolaborasi dan kegiatan kreatif, kami membuka ruang bagi investor untuk tumbuh bersama masyarakat,” tambah Aspiannur.

Upaya diversifikasi ini juga sejalan dengan rencana pengembangan ekowisata pesisir dan EduPark, sebagaimana disusun dalam draf Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM) 2025–2035 yang mulai dipromosikan Pemkot. Kabupaten tetangga seperti Kutai Timur dan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) turut memberi keuntungan strategis berupa efek limpahan investasi.

DPMPTSP menegaskan komitmennya dalam memperkuat layanan publik melalui digitalisasi perizinan, dengan tujuan memangkas antrean birokrasi. Kota ini juga mendorong disiplin pelaporan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) untuk menjamin transparansi proyek.

Dengan infrastruktur memadai dan perluasan proyek investasi berkelanjutan, Bontang kini menjadi salah satu daerah dengan potensi pertumbuhan investasi paling tinggi di Kalimantan Timur.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya