Liputan6.com, Jakarta Setiap tanggal 9 November, dunia merayakan berbagai momentum penting yang sarat akan makna. Dari perayaan sejarah sebuah kota besar di Indonesia hingga isu-isu kemanusiaan yang menyentuh sisi kehidupan manusia. Peringatan-peringatan ini menjadi penanda bahwa perkembangan sebuah bangsa, perjalanan seseorang, dan kepedulian global saling berkaitan dalam satu garis waktu.
Bukan sekadar simbol perayaan, tanggal 9 November ini menjadi momentum bagi kita untuk melihat bagaimana sejarah, solidaritas, dan kepedulian sosial terus hidup dan relevan di tengah-tengah kehidupan yang semakin modern.
Advertisement
Pada hari ini, Sabtu (9/11/2025) menjadi salah satu momentum besar bagi masyarakat Sulawesi Selatan, dikarenakan setiap tanggal 9 November merupakan Hari Ulang Tahun Kota Makassar. Perayaan HUT Makassar bukan sekedar acara seremonial, melainkan juga refleksi akan kemajuan kota, pembangunan ekonomi, dan peran besar masyarakat dalam memajukan daerahnya.
Tak kalah penting, Hari Kebebasan Sedunia juga diperingati pada hari ini. Momentum ini menjadi simbol bagi dunia untuk mengingat akan nilai paling mendasar yang paling terlupakan, yaitu kebebasan. Hari ini menjadi momen bagi masyarakat dunia untuk terus menjaga demokrasi dan memastikan ruang kebebasan tetap terbuka bagi semua orang.
Selain itu, pada tanggal 9 ini juga diperingati sebagai Hari Adopsi Sedunia. Sebuah peringatan yang hadir sebagai pengingat bahwa keluarga tidak selalu dibangun dari ikatan darah, tetapi dari kasih sayang dan komitmen. Peringatan ini bertujuan mendorong kesadaran publik mengenai proses adopsi yang aman, legal, dan penuh empati.
Hari Kesadaran Mikrotia juga menjadi bagian dari peringatan yang dirayakan pada tanggal 9 November ini. Peringatan yang difokuskan untuk meningkatkan pemahaman akan mikrotia, kondisi bawaan langka yang menyebabkan anak terlahir dengan daun telinga kecil atau tidak sempurna.
Berikut deretan peringatan yang jatuh pada 9 November dihimpun oleh Tim News Liputan6.com dari berbagai sumber:
HUT Kota Makassar
Mengutip dari laman Pemerintah Kota Makassar, Peringatan HUT Kota Makassar ke-418 di tahun 2025 menjadi momen penting bagi pemerintah kota untuk semakin mempererat hubungan dengan masyarakat. Tahun ini, perayaan tidak hanya sekedar seremonial, tetapi juga dimaknai sebagai bentuk komitmen menghadirkan tata kelola pemerintahan yang lebih inklusif, responsif, dan berpihak kepada warga.
Tema HUT Kota Makassar tahun ini adalah “Merajut Harmoni, Membangun Kebersamaan”, melalui tema ini menegaskan pentingnya kolaborasi sebagai fondasi pembangunan kota di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham.
Peringatan tahun ini pun mengingatkan bahwa kemajuan Kota Makassar bukan hanya hasil kebijakan pemerintah, melainkan buah dari kerja sama seluruh elemen masyarakat, yang selama ini ikut menjaga dan membangun kota.
Hari Kebebasan Sedunia
Hari Kebebasan Sedunia jatuh setiap 9 November. Peringatan ini berawal dari peristiwa penting pada 1989, yakni ketika Tembok Berlin dirobohkan.
Tembok tersebut memisahkan keluarga dan komunitas selama hampir tiga dekade. Saat ini, hal tersebut menandai kebangkitan demokrasi dan kebebasan, serta jatuhnya komunisme di Eropa Timur.
Melansir National Today, Hari Kebebasan Sedunia diciptakan untuk memperingati runtuhnya Tembok Berlin pasca Perang Dunia II. Tapi sekarang ini bukan lagi tentang tembok, tapi lebih pada apa yang diwakili oleh keruntuhannya.
Meskipun Hari Kebebasan Sedunia secara khusus mewakili satu peristiwa dalam sejarah, penting untuk mengetahui arti sebenarnya dari kebebasan dan hak-hak diri sendiri. Banyak orang tidak menyadari kebebasan dan hak-hak mereka dalam sistem hukum, sehingga penting untuk mengetahui hal ini.
Hari Kebebasan Sedunia penting untuk diperingati lantaran kebebasan bagi sebagian orang atau kelompok yang masih terancam. Peringatan ini bertujuan untuk mengingatkan dunia bahwa nilai kebebasan berekspresi, berpikir, dan hidup tanpa tekanan merupakan hak fundamental yang harus terus diperjuangkan.
Hari Adopsi Sedunia (World Adoption Day)
Melansir laman National Day Calendar setiap 9 November, Hari Adopsi Sedunia menjadi momentum bagi anak-anak yang diadopsi untuk menceritakan pengalaman mereka. Hari ini juga menjadi ajang bagi para orang tua untuk bisa saling terhubung serta merefleksikan perjalanan adopsi yang telah mereka jalani.
2014 merupakan tahun pertama dunia merayakan Hari Adopsi Sedunia. Perayaan World Adoption Day dicetuskan oleh Hank Fortener, seorang pendiri lembaga non profit, AdoptTogether.
Dilansir There Is A Day For That, peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaraan akan adopsi dan mengumpulkan dana bersama-sama untuk membantu keluarga yang sedang dalam proses mengadopsi anak.
Meski tampak indah tapi Hari Adopsi Sedunia dapat dikatakan hari menyedihkan karena semua orang menyadari banyaknya jumlah anak yang membutuhkan rumah. United Nations Children's Fund (UNICEF) mencatat bahwa lebih dari 150 juta anak di seluruh dunia membutuhkan tempat tinggal. Jumlah ini termasuk hampir setengah juta anak yang berada di sistem asuh Amerika Serikat.
Hari Kesadaran Microtia
Hari Kesadaran Microtia, yang diperingati setiap 9 November, bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat akan kondisi bawaan tersebut. istilah microtia berasal dari bahasa Latin yang berarti “telinga kecil”
Dilansir National Today, peringatan ini dicetuskan oleh Ear Community pada tahun 2016. Komunitas tersebut dibentuk oleh Melisa Tumblin pada 2010 setelah ia mengalami langsung keterbatasan informasi saat putrinya terlahir dengan microtia.
Sejak berdiri, Ear Community telah menampung lebih dari 6.500 anggota dari berbagai negara yang saling berbagi pengalaman, pengetahuan, serta dukungan. Anggotanya mencakup anak-anak dan orang dewasa penyandang microtia, keluarga, pendidik, para advokat, hingga tenaga kesehatan yang terlibat dalam perawatan mereka.