Liputan6.com, Jakarta Jumlah pengangguran di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) pada Agustus 2025 sebanyak 448 ribu orang, turun 10 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Hal tersebut berdadarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut. Penurunan ini membuat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sumut berada di level 5,32 persen, atau menurun 0,28 persen poin dibanding Agustus 2024.
Advertisement
Kepala BPS Sumut, Asim Saputra mengatakan, penurunan pengangguran ini menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja di Sumut semakin membaik, seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang solid.
“Penurunan ini menjadi sinyal positif penyerapan tenaga kerja di Sumut semakin kuat. Meskipun masih ada tantangan, tren ini menunjukkan arah perbaikan,” kata Asim di Medan, Jumat (7/11/2025).
Meski pengangguran menurun, berdasarkan data BPS Sumut, tingkat setengah pengangguran naik menjadi 9,05 persen, atau meningkat 0,34 persen poin dibanding Agustus 2024. Sedangkan tingkat pekerja paruh waktu turun menjadi 24,06 persen, menurun 1,02 persen poin.
Setengah pengangguran adalah mereka yang jam kerjanya di bawah jam kerja normal, yaitu kurang dari 35 jam per minggu, dan masih mencari pekerjaan atau bersedia menerima pekerjaan lain.
“Tingkat S”setengah pengangguran pada Agustus 2025 adalah sebesar 9,05 persen. Hal ini berarti dari 100 penduduk bekerja terdapat sekitar sembilan sampai sepuluh orang yang termasuk Setengah pengangguran,” Asim menjelaskan.
Sementara, pada Agustus 2025, tingkat setengah pengangguran laki-laki sebesar 9,56 persen, sedangkan tingkat setengah pengangguran perempuan sebesar 8,32 persen.
Dibandingkan Agustus 2024, tingkat setengah pengangguran laki-laki mengalami kenaikan sebesar 0,45 persen poin untuk tingkat setengah pengangguran laki-laki dan 0,18 poin untuk tingkat setengah pengangguran perempuan.
Dari total 11,65 juta penduduk usia kerja, sebanyak 8,42 juta orang termasuk dalam angkatan kerja. Sedangkan 3,23 juta orang tergolong bukan angkatan kerja. Jika dibandingkan Agustus 2024, jumlah angkatan kerja naik 243 ribu orang, sementara jumlah penduduk bekerja meningkat 253 ribu orang.
TPAK Naik Menjadi 72,29 Persen
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Sumut juga mengalami kenaikan menjadi 72,29 persen, naik 0,93 persen poin dibanding tahun sebelumnya. Secara gender, TPAK laki-laki mencapai 84,85 persen, lebih tinggi dibanding TPAK perempuan sebesar 59,80 persen.
Struktur tenaga kerja di Sumut masih didominasi sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, yang menyerap 32,53 persen tenaga kerja. Sektor berikutnya adalah Perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan kendaraan bermotor (19,89 persen) serta Industri pengolahan (9,04 persen).
Namun, ada tren peningkatan signifikan di sektor perdagangan, jasa lainnya, dan pendidikan yang masing-masing bertambah 53 ribu, 42 ribu, dan 36 ribu tenaga kerja. Sebaliknya, lapangan kerja di pertambangan dan penggalian, aktivitas profesional dan perusahaan, serta keuangan dan asuransi mengalami penurunan.
"Sebagian besar penduduk Sumut bekerja di sektor informal, yakni 4,57 juta orang atau 57,26 persen dari total penduduk bekerja. Sementara yang bekerja di sektor formal sebanyak 3,41 juta orang (42,74 persen)," Asim menuturkan.
Dari sisi pendidikan, tenaga kerja di Sumut masih didominasi oleh lulusan SMA sebanyak 30,18 persen, disusul oleh lulusan SMP dan SD ke bawah. Sementara lulusan Diploma I/II/III memiliki proporsi paling kecil, yaitu 2,19 persen.
TPT tertinggi tercatat pada lulusan SMK (7,19 persen), sementara yang terendah ada pada lulusan Diploma (2,58 persen). Pola ini menunjukkan perlunya penyesuaian antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan pasar kerja, terutama bagi lulusan kejuruan.