Dilengkapi AI, PET Scan dan SPECT Scan Kini Saling Melengkapi dalam Terapi Kanker

Kegunaan PET scan dan SPECT scan tidak hanya mendeteksi, tetapi juga dapat berkontribusi dalam proses pengobatan kanker. Keduanya dinilai saling berkaitan saat menangani pasien kanker.

oleh Rafa Dahayu AmandyaDiterbitkan 08 November 2025, 18:00 WIB
Kegunaan PET scan dan SPECT scan tidak hanya mendeteksi, tetapi juga dapat berkontribusi dalam proses pengobatan kanker. Keduanya dinilai saling berkaitan saat menangani pasien kanker. (Foto: Rafa Dahayu Amandya/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Teknologi kesehatan semakin berkembang tiap tahunnya. PET scan yang tadinya hanya digunakan sebagai pendeteksi kanker, kini dilengkapi dengan software artificial intelligence (AI) untuk diagnosa yang lebih akurat. Hal ini juga berpengaruh pada segmentasi pemeriksaan tiap anggota tubuh.

Product specialist dan staf perlindungan radiasi GE Healthcare, Irna Jelita Estri Satiti, memaparkan kegunaan PET scan dan SPECT scan tidak hanya mendeteksi, tetapi juga dapat berkontribusi dalam proses pengobatan kanker. Keduanya dinilai saling berkaitan saat menangani pasien kanker.

Dia menjelaskan bahwa PET scan digunakan untuk diagnosa di awal pemeriksaan. Setelah itu, dokter spesialis akan memonitor kondisi pasien saat proses terapi melalui SPECT scan. Pada akhirnya, evaluasi atau diagnosa terakhir pada pasien dilakukan kembali dengan PET scan.

“Nah, di sana terlihat bahwa hasilnya cycle pertama menunjukkan perkembangan yang bagus. Ketika obatnya itu bekerja dengan baik, maka dilanjutkan ke cycle kedua, kemudian dicek menggunakan PET-CT lagi,” ujarnya dalam acara Implementasi Teknologi Kedokteran Nuklir melalui PET/CT dan SPECT/CT di Bekasi Selatan, Jawa Barat pada Kamis, 6 November 2025.

PET Scan dan SPECT Scan, Bedanya Apa?

PET scan yang baru saja diluncurkan RS Mitra Keluarga Bekasi Timur. (Foto: Rafa Dahayu Amandya/Liputan6.com)

Irna menegaskan bahwa pemeriksaan radiologi tidak melulu soal kanker. Dengan inovasi teknologi kesehatan, seluruh penyakit dari kepala hingga kaki dapat ditelaah melalui PET scan dan SPECT scan.

Meski saling berkaitan, keduanya memiliki fungsi dasar yang berbeda.

PET Scan

  • Mendeteksi pergerakan sel kanker di seluruh tubuh
  • Tidak dapat melihat kondisi organ
  • Hanya dapat digunakan sebagai diagnostik

SPECT Scan

  • Mendeteksi berbagai penyakit mulai dari saraf, jantung, hingga pernapasan.
  • Dapat melihat kondisi organ
  • Dapat memantau kondisi pasien selama pengobatan.

Pengobatan yang Bertarget dan Personal

SPECT Scan yang baru diinstal di RS Mitra Keluarga Bekasi Timut. (Foto: Rafa Dahayu Amandya/Liputan6.com)

Irna mengatakan bahwa tujuan dari penggunaan inovasi teknologi ini adalah pengobatan yang tepat dan personal. Prosedur ini juga berfokus pada kondisi setiap pasien tanpa melihat keluhan atau diagnosanya secara mendasar.

“Misal antara pasien A dan pasien B sama-sama dia kanker payudara, dengan dikasih obat yang sama belum tentu obatnya itu efektif untuk pasien A dan juga efektif untuk pasien B. Nah, ini perlu makanya menggunakan PET-CT untuk dicek di tengah-tengah.” jelasnya.

Pengobatan yang bertarget dan personal sangat mengedepankan kondisi pasien yang lebih baik. Dalam hal ini, tidak hanya memastikan pasien sembuh dari kanker, tetapi juga dapat memangkas waktu pengobatan yang terlalu lama.

“Dengan adanya AI atau artificial intelligence untuk automatic segmentation, ini sangat membantu dokter dalam melakukan pekerjaannya sehari-hari. Dan terbukti 58% ini bisa mengurangi proses dari image reconstruction,” pungkasnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya