Liputan6.com, Jakarta PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) mengumumkan anak usahanya di sektor minyak dan gas (migas), PT Medco E & P Indonesia, resmi bergabung dengan Oil & Gas Methane Partnership (OGMP) 2.0 dari United Nations Environment Programme (UNEP). Sebuah inisiatif yang bertujuan meningkatkan pengukuran dan pelaporan emisi metana di industri migas.
Ini jadi strategi keberlanjutan dan perubahan iklim MedcoEnergi, sekaligus menegaskan komitmen perusahaan untuk mencapai Net-Zero emisi gas rumah kaca Cakupan 1 dan 2 pada 2050, serta Cakupan 3 pada 2060.
Advertisement
Dengan bergabung dalam OGMP 2.0, Medco E&P Indonesia kini menjadi bagian dari komunitas global yang terdiri dari lebih dari 150 perusahaan migas di 90 negara, yang menerapkan standar tertinggi dalam transparansi dan akuntabilitas pelaporan emisi metana.
"Keikutsertaan MedcoEnergi dalam OGMP 2.0 merupakan pencapaian penting dalam mewujudkan aspirasi Net-Zero. Pelaporan emisi metana yang transparan dan kredibel merupakan landasan upaya dekarbonisasi kami, sekaligus memperkuat peran MedcoEnergi sebagai perusahaan energi yang bertanggung jawab dan berstandar global," ujar CEO MedcoEnergi Roberto Lorato, Jumat (7/11/2025).
Perusahaan telah melampaui target sementara tahun 2025 dengan berhasil menurunkan emisi lebih dari 1,5 juta ton CO₂e dibandingkan dengan tahun dasar 2019, sembari terus mengembangkan energi terbarukan melalui proyek geotermal dan tenaga surya.
Dengan berpartisipasi dalam OGMP 2.0, MedcoEnergi juga memperkuat agenda transisi energi Indonesia sebagai bagian dari Global Methane Pledge, membantu pencapaian komitmen iklim nasional sekaligus menyediakan energi andal bagi pertumbuhan ekonomi.
Tebar Dividen Interim Rp 697,9 Miliar
Sebelumnya, Dewan Direksi dan Dewan Komisaris PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) telah menyetujui pembagian dividen interim sebesar USD 42 juta atau Rp 697,91 miliar (kurs Rp 16.617 per dolar AS), setara dengan sekitar Rp 28,3 per saham untuk tahun buku 2025.
Dividen interim tersebut akan dibayarkan pada kuartal IV 2025 sesuai dengan peraturan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dividen interim yang diumumkan ini meningkat sebesar 66 persen dibandingkan dengan dividen interim yang dibayarkan pada 2024.
Total Dividen Rp 1,3 Triliun
Dengan demikian, total dividen yang dibayarkan pada 2025 mencapai USD 80 juta atau Rp 1,32 triliun. Naik 18 persen per saham dibandingkan dengan total dividen yang dibayarkan pada tahun kalender 2024.
"Peningkatan dividen interim ini mencerminkan kinerja solid perusahaan yang berkelanjutan serta keyakinan Direksi terhadap prospek masa depan perusahaan," ujar Direktur Utama MedcoEnergi Hilmi Panigoro beberapa waktu lalu.
Adapun di semester I 2025, MEDC membukukan laba bersih sebesar USD 37 juta (Rp 614,82 miliar) di tengah penurunan harga minyak global.