Menko Zulkifli Hasan Buka Peluang Tambah Pupuk Subsidi Tahun Depan

Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan akan melihat realisasi kuota pupuk subsidi hingga akhir 2025 sebelum menambah kuota pada 2026.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 06 November 2025, 19:00 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan membuka peluang kuota pupuk subsidi ditambah pada 2026. Hal itu akan dihitung berdasarkan penyaluran pada 2025.

Pemerintah memberikan kuota pupuk subsidi kepada PT Pupuk Indonesia (Persero) sebanyak 9,55 juta ton. Adapun, penyerapannya hingga November 2025 ini telah mencapai lebih dari 6 juta ton.

"Kita lihat, kalau 9 juta habis ya nambah, kalau enggak habis, sekarang baru 6 juta, kita lihat nanti sampai akhir tahun seperti apa," ungkap Zulkifli di Desa Tamelang, Purwasari, Karawang, Kamis (6/11/2025).

Mengacu data penyerapan pupuk subsidi saat ini, dia memastikan stoknya masih cukup untuk disalurkan ke petani. Termasuk jika ada percepatan pada distribusinya.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero), Yehezkiel Adiperwira mengatakan belum ada kontrak pengadaan pupuk subsidi dengan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk 2026.

"Kalau 2026 mungkin kami masih belum menerima kontrak dengan Kementan. Sehingga untuk kepastian dari alokasi pupuk subsidi 2026 kami akan koordinasi lebih lanjut dengan Kementan," ucap dia.

Genjot Penyaluran Pupuk Subsidi

Kendati demikian, dia mencatat, per November 2025, Pupuk Indonesia telah menyalurkan 6,5 juta ton pupuk subsidi dari total kuota 9,55 juta ton. Perusahaan akan mempercepat penyalurannya ke petani.

"Kami akan dorong terus penyerapan sampai nanti kita bisa memenuhi dari alokasi pemerintah," kata Yehezkiel.

"Perkiraan kami akan mendorong hingga 2 juta ton sampai di akhir tahun. Jadi perkiraan di angka 8,2 sampai 8,5 juta ton," dia menambahkan.

 

 

Minta Operasional Bisa Efisien

Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan kunjungan kerja ke pabrik milik PT Pupuk Kujang Cikampek. (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan meninjau langsung pabrik milik PT Pupuk Kujang Cikampek. Dia memastikan operasional pabrik bisa lebih efisien sehingga harga pupuk subsidi bisa turun.

"Saya hari ini berada di Pupuk Kujang yang dibangun tahun 1975, jadi sudah 50 tahun," kata Zulkifli di Pabrik Pupuk Kujang Cikampek, Kamis (6/11/2025).

Dengan usia 50 tahun tersebut, pabrik pupuk ini terbilang sudah tua. Mengingat lagi, usia idealnya agar bisa efisien berkisar antara 15-20 tahun. Meski begitu, Zulkifli tetap semringah karena skema terbaru membuat harga pupuk turun 20 persen.

"Bisa kebayang enggak kira-kira? Betapa tidak efesien, ya kan? Zaman sekarang 2025 dibikinnya tahun 1975," ucapnya.

Skema Baru

Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan kunjungan kerja ke pabrik milik PT Pupuk Kujang Cikampek. (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Dia mengapresiasi langkah Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi yang mampu menjalankan skema anyar. Gelontoran dana Rp 44 triliun untuk subsidi pupuk 9,55 juta ton di 2025 nyatanya mampu menurunkan harga pupuk.

"Pak Rahmad bagus, sekarang diambil kebijakan marked to market. Jadi subsidi kita Rp 44 triliun tetap, dengan marked to market, ya, uang itu bisa dipakai untuk membeli bahan baku dan seterusnya," jelas dia.

 

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya