Cuaca Hari Ini Jumat 7 November 2025: Jabodetabek Didominasi Awan Tebal, Hujan Guyur Siang hingga Malam

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan cuaca di wilayah DKI Jakarta pada Jumat (7/11/2025) diprakirakan didominasi awan tebal di pagi dan malam hari.

oleh Siti Khoirul InayahDiterbitkan 07 November 2025, 06:15 WIB
Ilustrasi awan (Sumber: Pixabay)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan cuaca di wilayah DKI Jakarta pada Jumat (7/11/2025) diprakirakan didominasi awan tebal di pagi dan malam hari.

Kecuali, cuaca hari ini di Jakarta Timur dan Kepulauan Seribu yang diprakirakan hujan ringan hingga petir, kemudian siang harinya akan diguyur hujan.

Untuk wilayah penyangga seperti Bogor, Depok, Bekasi, Jawa Barat dan Tangerang, Banten pagi diprediksi didominasi dengan awan tebal, lalu di siang hingga malam harinya akan di guyur hujan.

Wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur juga berawan tebal pagi ini. Kemudian, diikuti hujan ringan pada siang hari.

Pada sore hari, kedua wilayah itu akan dilanda hujan sedang, lalu kembali diguyur hujan ringan pada malam harinya. Suhu Jakarta Pusat dan Jakarta Timur hari ini 26 derajat Celsius.

Sama seperti empat kota lainnya, Jakarta Utara juga berawan tebal pagi ini, lalu diguyur hujan ringan pada siang hingga malam hari. Suhu rata-rata wilayah itu 26 derajat Celsius.

Sementara itu, Kepulauan Seribu sempat dilanda hujan petir pagi ini, kemudian berawan tebal sekitar pukul 10.00 WIB dan kondisi serupa akan bertahan hingga malam hari. Suhu Kepulauan Seribu hari ini 27 derajat Celsius.

Berikut informasi prakiraan cuaca Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) selengkapnya yang dikutip Liputan6.com dari laman resmi BMKG www.bmkg.co.id:

 Kota  Pagi  Siang   Malam 
 Jakarta Barat  Berawan Tebal  Hujan Ringan   Berawan Tebal
 Jakarta Pusat   Berawan Tebal  Hujan Ringan   Berawan
 Jakarta Selatan  Berawan Tebal  Hujan Ringan   Berawan Tebal 
 Jakarta Timur   Berawan Tebal  Hujan Ringan  Hujan Ringan 
 Jakarta Utara   Berawan Tebal  Hujan Ringan   Berawan Tebal 
 Kepulauan Seribu   Berawan Tebal   Berawan Tebal  Hujan Petir 
 Bogor  Berawan Tebal  Hujan Ringan   Hujan Ringan
 Depok   Berawan Tebal   Hujan Ringan  Hujan Ringan
 Bekasi  Berawan Tebal  Hujan Ringan   Hujan Ringan 
 Tangerang  Berawan Tebal  Hujan Ringan   Berawan Tebal 

ASDP Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem Akhir Tahun, Siapkan Strategi demi Keselamatan Penyeberangan

Kapal penyeberangan sandar di Pelabuhan Eksekutif Sosoro, Merak, Banten, Minggu (2/6/2019). Untuk menambah pelayanan dan kenyamanan bagi calon penumpang kapal penyeberangan Merak-Bakauheni, ASDP membuka terminal penyeberangan yang menyatu dengan tempat perbelanjaan. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Sebelumnya, PT ASDP Indonesia Ferry memberi peringatan tentang potensi cuaca buruk yang dapat menerjang sejumlah lintasan penyeberangan, seperti Pelabuhan Merak–Bakauheni hingga Ketapang–Gilimanuk.

Peringatan ini berlaku di lintasan pelabuhan milik BUMN dan mulai November 2025 hingga Februari 2026 mendatang.

"Kami berkomitmen menghadirkan layanan yang tidak hanya andal, tetapi juga menjamin keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Setiap perjalanan harus berlangsung dengan aman, termasuk saat menghadapi cuaca ekstrem," ujar Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, dalam keterangan resminya, Rabu, (05/22/2025).

PT ASDP Indonesia Ferry juga menyiapkan strategi demi menjamin keselamatan penyeberangan, termasuk opsi terburuk menutup pelabuhan apabila cuaca ekstrem membuat kapal tidak dapat bersandar.

Berdasarkan informasi cuaca dari BMKG yang diperoleh ASDP, puncak musim hujan akan terjadi lebih dulu di wilayah barat Indonesia pada November hingga Desember 2025, kemudian beralih ke wilayah selatan dan timur pada Januari hingga Februari 2026.

 

Koordinasi dengan BMKG

Penyeberangan lintas Ketapang-Gilimanuk. (Foto: ASDP Indonesia Ferry)

Aktivitas arus permukaan di sekitar Pelabuhan Merak pada awal November ini juga menunjukkan peningkatan, dengan kecepatan 32–103 cm/sekond, menandakan perlunya kewaspadaan tambahan di lapangan.

"ASDP juga menjalin koordinasi erat dengan regulator, seperti Syahbandar dan BPTD, agar setiap pengambilan keputusan, terutama terkait operasional buka-tutup pelabuhan, dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi demi keselamatan bersama," ucap Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin, dalam keterangan resminya, Rabu 5 November 2025.

Agar penumpang selamat dan kapal tidak mengalami gangguan, ASDP mengaku terus berkoordinasi dengan BMKG. Jika mendapat peringatan cuaca buruk dan diperingati oleh Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), maka kapal tidak diperbolehkan berlayar.

Masyarakat juga dihimbau selalu memantau kondisi cuaca melalui akun resmi BMKG serta tidak memaksakan berangkat, jika kondisi tidak memungkinkan.

"Kami memahami banyak pengguna jasa ingin tiba tepat waktu, namun keselamatan tetap harus menjadi prioritas. Keputusan perjalanan kapal sepenuhnya berada di bawah kewenangan regulator, dalam hal ini Syahbandar, yang menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB). ASDP akan selalu mematuhi ketentuan tersebut demi keamanan bersama," jelasnya.

Infografis Sejumlah Wilayah Indonesia Hadapi Anomali Cuaca Hujan Saat Musim Kemarau. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya