Liputan6.com, Jakarta - PT Prima Globalindo Logistik Tbk (PPGL) akan membagikan dividen interim 2025 sebesar Rp 3,08 miliar. Dividen yang dibagikan itu setara Rp 4 per saham.
Pembagian dividen interim 2025 PPGL sesuai keputusan direksi dan telah disetujui dewan komisaris pada 3 November 2025. Demikian mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (6/11/2025).
Advertisement
Perseroan membagikan dividen interim 2025 dengan mempertimbangkan data keuangan per 30 September 2025 antara lain:
- Laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 6,35 miliar.
- Saldo laba yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp 36,05 miliar
- Total ekuitas sebesar Rp 146,22 miliar
Berikut jadwal pembagian dividen interim 2025:
- Tanggal cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 13 November 2025
- Tanggal ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 14 November 2025
- Tanggal cum dividen di pasar tunai pada 17 November 2025
- Tanggal ex dividen di pasar tunai pada 18 November 2025
- Tanggal pembayaran dividen pada 28 November 2025
Berdasarkan data RTI, pada perdagangan saham pukul 14.20 WIB, harga saham PPGL naik 5,19% ke posisi Rp 142 per saham. Harga saham PPGL dibuka naik dua poin ke posisi Rp 137 per saham. Saham PPGL berada di level tertinggi Rp 148 dan level terendah Rp 135 per saham. Total frekuensi perdagangan 574 kali dengan volume perdagangan 73.802 saham. Nilai transaksi Rp 1,1 miliar.
Pembukaan IHSG pada 6 November 2025
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bervariasi pada perdagangan saham Kamis (6/11/2025) usai sentuh rekor tertinggi. Pergerakan IHSG yang beragam terjadi di tengah bursa saham global menguat dan mayoritas sektor saham menghijau.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini dibuka naik 36,16 poin ke posisi 8.354,68. Kemudian IHSG berbalik arah melemah. Pada pukul 09.40 WIB, IHSG berusaha berbalik arah menghijau. IHSG naik tipis 0,08% ke posisi 8.324. Indeks saham LQ45 tergelincir 0,21%. Sebagian besar indeks saham acuan bervariasi.
Pada perdagangan Kamis pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.362,91 dan level terendah 8.289,89. Sebanyak 304 saham menguat sehingga angkat IHSG. 221 saham melemah dan 167 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan 682.386 kali dengan volume perdagangan 6,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 5,8 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.695.
Sektor Saham
Dari 11 sektor saham, tiga sektor saham memerah. Sektor saham basic turun 0,46%, sektor saham consumer nonsiklikal susut 0,05%, dan sektor saham teknologi tergelincir 0,17%.
Sementara itu, sektor saham transportasi menanjak 1,86%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham industri bertambah 1,93% dan sektor saham energi menguat 1,48%.
Selain itu, sektor saham consumer siklikal melesat 1,08%, sektor saham kesehatan naik 0,23%, sektor saham keuangan bertambah 0,18%, sektor saham properti mendaki 0,93%, dan sektor saham infrastruktur menanjak 0,28%.