Gareth Bale Jelaskan Apa yang Salah di Laga Real Madrid vs Liverpool

Gareth Bale menilai Real Madrid kurang tajam saat kalah 0-1 dari Liverpool. Ia menyebut Mbappe dan Vinicius gagal menunjukkan kualitas di sepertiga akhir.

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 05 November 2025, 18:04 WIB
Bek Real Madrid asal Brasil, Eder Militao (tengah) berebut bola dengan bek Liverpool asal Belanda, Virgil van Dijk (kiri) dalam pertandingan pekan keempat Liga Champions 2025-2026 di Stadion Anfield, Inggris, pada Selasa 4 November 2025 waktu setempat atau Rabu (5/11/2025) dini hari WIB. Tampil di bawah tekanan, Real Madrid terus mencoba mengambil inisiatif serangan. (Paul ELLIS/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Kekalahan Real Madrid dari Liverpool di Anfield menghadirkan banyak analisis dari mantan pemain dan pengamat. Meskipun skor 1-0 tampak tipis, jalannya pertandingan menyisakan pertanyaan mengenai efektivitas lini serang Los Blancos.

Gareth Bale, salah satu ikon klub dalam era kejayaan Liga Champions, memberikan penilaian jujur terkait performa mantan timnya. Komentarnya menyasar aspek eksekusi di area yang seharusnya menjadi kekuatan utama Madrid.

Di bawah asuhan Xabi Alonso yang masih dalam tahap awal membangun pola permainan, sorotan publik kini meningkat pada bagaimana pemain bintang mampu menerjemahkan sistem ke dalam aksi nyata di lapangan.


Bale Soroti Minimnya Kreativitas di Lini Serang

Pemain Liverpool, Conor Bradley (kiri) membayangi pergerakan pemain Real Madrid, Vinicius Jr dalam laga Liga Champions 2025/2026 di Anfield, Liverpool, Inggris, Selasa (04/11/2025) waktu setempat. (AP Photo/Jon Super)

Dalam penilaiannya, Bale menyebut bahwa Real Madrid tidak menampilkan kualitas yang selama ini menjadi identitas mereka di sepertiga akhir. Ia menilai Kylian Mbappe dan Vinicius belum mampu menunjukkan kemampuan khas mereka ketika tim membutuhkan.

Menurut Bale, kedua pemain tersebut tidak benar-benar menghadirkan momen pembeda. “Kita tidak melihat Mbappe atau Vinicius bekerja dengan magis mereka di sepertiga akhir,” ujarnya dalam wawancara.

Penilaian itu disampaikan dengan nada kehati-hatian, namun jelas menunjukkan harapan besar terhadap dua penyerang yang dianggap sebagai wajah baru proyek Madrid.


Data Mendukung Evaluasi Bale

Penyerang Real Madrid asal Prancis, Kylian Mbappe (kiri) berebut bola dengan gelandang Liverpool asal Hungaria, Dominik Szoboszlai dalam pertandingan pekan keempat Liga Champions 2025-2026 di Stadion Anfield, Inggris, pada Selasa 4 November 2025 waktu setempat atau Rabu (5/11/2025) dini hari WIB. Berlaga di markas sendiri, The Reds tampil penuh percaya diri sejak menit awal pertandingan. (Paul ELLIS/AFP)

Statistik pertandingan memperkuat pandangan Bale. Vinicius sempat menciptakan satu peluang berbahaya, tetapi tidak mencatat satu pun tembakan mengarah ke gawang. Mbappe menyelesaikan lima dribel sukses, namun tiga percobaannya tetap tidak menguji kiper Liverpool.

Bale menilai situasi tersebut bisa terkait dengan struktur tim, terutama absennya acuan penyerang murni di kotak penalti. “Mungkin Anda butuh titik referensi nomor 9 agar semuanya lebih sederhana,” tuturnya mengenai dinamika serangan.

Kondisi tersebut menggambarkan bahwa kualitas individu saja tidak cukup tanpa keseimbangan taktis yang tepat di area paling menentukan.


Peran Manajemen Pemain Menurut Bale

Selain aspek teknis, Bale menyinggung pentingnya manajemen pemain di Real Madrid. Baginya, mengelola energi, ego, dan respons psikologis pemain bintang adalah bagian krusial keberhasilan klub.

Ia menilai Xabi Alonso memiliki kapasitas tersebut karena pengalaman panjang sebagai pemain dan kini sebagai pelatih. “Di Madrid, terkadang persoalannya lebih tentang bagaimana Anda mengelola pemain,” kata Bale menutup pernyataannya.

Komentar Bale sekaligus menjadi pengingat bahwa proyek sepak bola tidak hanya soal strategi, tetapi juga bagaimana tim menjaga harmoni di ruang ganti.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya