Andil Besar Warga ke Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Berkat Budaya Gemar Belanja

Ini faktor utama pendorong pertumbuhan ekonomi di triwulan III-2025 yang mencapai 5,04 persen.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 05 November 2025, 13:00 WIB
Tercatat, Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia hingga Maret 2024 mencapai level 54,2 poin. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut faktor utama pendorong pertumbuhan ekonomi di triwulan III-2025 yang mencapai 5,04 persen secara tahunan (year on year) didorong dari aktivitas belanja masyarakat yang terus meningkat.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh Edy Mahmud, menjelaskan bahwa kontribusi konsumsi rumah tangga terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 53,14 persen. 

Angka ini tumbuh 4,89 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Artinya, konsumsi rumah tangga masih menjadi motor penggerak utama perekonomian nasional, menegaskan bahwa daya beli masyarakat tetap kuat dan menjadi fondasi utama pertumbuhan

"Komponen pengeluaran yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB adalah konsumsi rumah tangga dengan kontribusi sebesar 53,14 persen pada triwulan III 2025," kata Edy Mahmud, dalam konferensi pers Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-2025 BPS, Rabu (5/11/2025).

Edy menyampaikan, jika dibandingkan triwulan II-2025 atau secara quarter to quarter (Q to Q) tumbuh sebesar 1,43 persen. Sementara, secara c to c perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,01 persen speanjang periode Januari hingga September 2025. 

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan III-2025 secara quarter to quarter (Q to Q) sejalan dengan pola musiman, seperti yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya yaitu pertubuhan Q to Q selalu lebih rendah daripada triwulan II-2025," ujarnya. 

 

Belanja dan Pariwisata Jadi Penggerak Aktivitas Ekonomi

Investasi, khususnya non-bangunan, tetap menopang pertumbuhan ekonomi. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

BPS mencatat, kenaikan belanja masyarakat tampak jelas di berbagai sektor, terutama transportasi, komunikasi, restoran, dan hotel*l yang tumbuh hingga 6,41 persen. 

Peningkatan ini sejalan dengan naiknya mobilitas penduduk, konsumsi bahan bakar, serta jumlah penumpang moda transportasi seperti kereta dan kapal laut.

Kemudian, sektor restoran dan hotel juga mencatat pertumbuhan tinggi, yakni 6,32 persen, didorong oleh meningkatnya jumlah perjalanan wisatawan domestik. 

 

 

 

Investasi dan Ekspor Perkuat Fondasi Pertumbuhan  

Bank Indonesia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2025 ke angka di bawah 5,1 persen, seiring dengan memburuknya situasi ekonomi global. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Dari sisi investasi, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) memberikan kontribusi penting terhadap perekonomian, yakni 29,09 persen dari total PDB. 

Peningkatan ini didorong oleh subkomponen mesin dan perlengkapan yang tumbuh 17 persen serta kendaraan yang naik 6,24 persen.

“PMTB tumbuh positif didorong oleh sub komponen mesin dan perlengkapan yang tumbuh sebesar 17 persen, serta kendaraan yang tumbuh 6,24 persen,”  pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya