Menteri Kebudayaan Fadli Zon Tegaskan Komitmen Pemerintah Dukung Pelestarian Budaya Keraton Surakarta

Menteri Kebudayaan atau Menbud Fadli Zon menegaskan komitmen pemerintah untuk mendukung upaya pelestarian warisan budaya Keraton Surakarta di Kota Solo, Provinsi Jawa Tengah (Jateng).

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 05 November 2025, 11:45 WIB
Menteri Kebudayaan atau Menbud Fadli Zon mengunjungi Keraton Surakarta Hadiningrat untuk bertakziah menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Sri Susuhunan Pakubuwono XIII. (Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kebudayaan atau Menbud Fadli Zon menegaskan komitmen pemerintah untuk mendukung upaya pelestarian warisan budaya Keraton Surakarta di Kota Solo, Provinsi Jawa Tengah (Jateng).

Dalam hal ini, Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) antara lain memfasilitasi pemugaran Panggung Songgo Buwono dan Museum Keraton Surakarta.

"Kami berharap aset budaya dan cagar budaya keraton ini dapat terus menjadi bagian dari kekayaan budaya nasional kita," ujar Menbud Fadli Zon sebagaimana dikutip dalam siaran pers kementerian pada Rabu (5/11/2025) melansir Antara.

Bersama sejumlah pejabat kementerian, Fadli Zon pada Selasa 4 November 2025 mengunjungi Keraton Surakarta Hadiningrat untuk bertakziah, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Sri Susuhunan Pakubuwono XIII.

Raja Keraton Surakarta Hadiningrat, Sri Susuhunan Pakubuwono XIII mangkat pada usia 77 tahun pada 2 November 2025.

"Atas nama Kementerian Kebudayaan, saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya Raja Keraton Surakarta, Sri Susuhunan Pakubuwono XIII," kata Fadli.

Sri Susuhunan Pakubuwono XIII dikenal sebagai pemimpin yang berkomitmen melestarikan budaya Jawa serta memperkuat peran keraton sebagai pusat kebudayaan.

Kementerian Kebudayaan memberikan penghormatan kepada Sri Susuhunan Pakubuwono XIII karena dedikasinya dalam menjaga serta merawat warisan budaya bangsa.

Sebelumnya, menjelang pemakaman almarhum Raja Pakubuwono atau PB XIII, Rabu (5/11/2025), warga mulai berdatangan dan memadati pintu masuk kawasan pemakaman raja-raja di Pajimatam Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

 

Jelang Pemakaman, Warga Mulai Padati dan Menanti Kedatangan Jenazah PB XII di Imogiri

Jelang pemakaman almarhum Raja Pakubuwono atau PB XIII, Rabu (5/11/2025) di Pajimatam Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). (Liputan6.com/Kukuh Setyono)

Kedatangan mereka sebagai bentuk penghormatan pada salah satu raja Jawa dan melestarikan prosesi kebudayaan. Masyarakat sudah mulai berdatangan di kawasan Makam Raja-raja Imogiri. Dari yang berpakaian biasa maupun dengan pakaian khas Jawa.

Salah satu asal Jakarta, Beni Purwanto (73) mengaku sengaja datang untuk melestarikan budaya. Keterlibatannya datang ke Imogiri sekaligus memberikan penghormatan terakhir ke salah satu raja di tanah Jawa.

"Dari Tanggerang saya ke Semarang dan turun Terminal Giwangan, Yogyakarta tadi pagi. Terus naik ojek ke sini," kata Beni, Rabu (5/11/2025).

Usai pemakaman nanti, Beni mengaku akan langsung balik ke Tanggerang, Banten.

Mahasiswa UGM, Vioni Sarah pun mengaku sengaja datang ke Imogiri. Sebagai orang asli Medan, Vioni merasa tertarik menyaksikan momen terakhir jenazah Pakubuwono XIII sebelum dikebumikan.

"Ada unsur peristiwa budayanya. Ini jadi pengalaman yang mungkin sekali seumur saja," ucap Vioni.

Tidak hanya masyarakat lokal, terlihat beberapa wisatawan mancanegara terlihat hadir.

Salah satunya WNA asal Swedia, Hilma Nilsson mengatakan mengatakan ingin menyaksikan peristiwa budaya Jawa. Ia mengaku mendapat kabar duka itu dari temannya orang Indonesia.

"Saya datang bersama teman-teman kampus untuk datang melihat peristiwa budaya setempat di Indonesia," ujar Hilma.

Dalam susunan acara dijadwalkan jenazah PB XIII diberangkat dari Solo ke Yogyakarta pukul 12.00 WIB dan kemungkinan satu jam tiba di Imogiri.

PB XIII bakal dimakamkan berdampingan PB XII, usai dilaksanakan salat jenazah di Masjid Pajimatam. Peti jenazah akan diusung 30 penandu melintasi 409 anak tangga.

 

Raja Keraton Kasunanan Surakarta Paku Buwono XIII Meninggal Saat Dirawat di Rumah Sakit

KGPAA Paku Alam X melayat ke Keraton Surakarta

Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Paku Buwono XIII Hangabehi, meninggal saat dirawat di rumah sakit, Minggu 2 November 2025. Kabar tersebut dibenarkan adik kandung PB XIII, Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Puger.

"Benar mas, ini tadi saya dapat kabar. Coba ke kertaon saja," ujar Gusti Puger saat dihubungi merdeka.com.

Kabar meninggalnya PB XIII juga dibenarkan Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta Hadiningrat, KPH Eddy Wirabhumi.

"Ada informasi barusan," ungkap Eddy saat dihubungi awak media.

Dikatakan Eddy, PB XIII meninggal saat dirawat di Rumah Sakit Indriati, Grogol, Solo Baru.

"Ya di Rumah Sakit Indriati Solo Baru. Saya menerima info sudah 15 menit yang lalu, jadi sekitar pukul 7.40 WIB," ungkapnya.

Menantu PB XII itu menyampaikan bahwa pemakaman akan mengikuti tradisi tata cara adat Keraton Surakarta Surakarta.

"Ngikutin tata cara adat," pungkasnya.

Infografis Sederet Simbol Kerajaan Inggris di Penobatan Raja Charles III. (Liputan6.com/Trieyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya