Kalah dari Liverpool Lebih Memalukan, Pemain Ini Jadi 'Kambing Hitam' Hasil Buruk Real Madrid di Anfield

Liverpool yang tampil cukup cemerlang seharusnya bisa menghukum Real Madrid lebih dari satu gol pada matchday 4 Liga Champions 2025/2026 yang berlangsung di Anfield

oleh Achmad Yani YustiawanDiterbitkan 05 November 2025, 16:00 WIB
Bek Liverpool, Conor Bradley (2 kanan), berebut bola dengan penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe (kanan) dalam pertandingan sepak bola fase liga Liga Champions UEFA antara Liverpool dan Real Madrid di Anfield, Liverpool, Inggris barat laut, pada 4 November 2025. (Paul ELLIS / AFP)

Liputan6.com, Jakarta Real Madrid kalah tipis 0-1 saat bertandang ke markas Liverpool di Anfield, Rabu (5/11/2025). Pada matchday 4 Liga Champions 2025/2026 itu, Los Blancos gagal memetik kemenangan gara-gara gol tunggal Alexis Mac Allister.

Penampilan tim asuhan Xabi Alonso itu bukanlah sesuatu yang akan diingat kembali oleh fans Real Madrid dalam waktu dekat. Hasil dari Stadion Anfield ini, menandai kekalahan kedua mereka musim ini di bawah Alonso.

Meskipun kekalahan ini dengan selisih (jauh) lebih tipis daripada laga di Derby Madrid, suporter Real Madrid berpendapat bahwa kalah melawan Liverpool lebih memalukan ketimbang di kota asal mereka sendiri.

Dan, di pertandingan itu Madrid memang tidak pernah terlihat akan menang. Sejak awal, Liverpool sudah unggul, dan mereka seharusnya bisa menghukum Real Madrid lebih keras daripada yang mereka lakukan.

Beruntung, Thibaut Courtois menyelamatkan Real Madrid malam tadi. Karenanya pendukung tim ini menobatkan Courtois sebagai pemain terbaik Real Madrid. Mereka kemudian menilai Eduardo Camavinga adalah pemain terburuk saat melawan Liverpool


Penampilan Buruknya Harus Dipertanggungjawabkan

Eduardo Camavinga ditempel pemain Kairat, Olzhas Baybek (kanan) dan Yegor Sorokin dalam pertandingan Liga Champions antara Kairat Almaty vs Real Madrid di Stadion Ortalyk, Almaty, Kazakhstan, Selasa, 30 September 2025. (AP Photo/Alikhan Sariyev)   

Tentu saja penilaian ini bukanlah penghargaan yang akan ia banggakan, tetapi setidaknya harus dipertanggungjawabkan dan coba perbaiki di pertandingan berikutnya.

Camavinga mengira ia akan bermain di sayap kanan malam ini, tetapi sejujurnya, ia bermain sebagai bek sayap hampir sepanjang pertandingan. Florian Wirtz, yang benar-benar bermain gemilang untuk Liverpool malam ini, menyulitkan Camavinga dan lebih sering menekannya.


Pemain yang Merugikan Real Madrid

Gelandang Real Madrid Eduardo Camavinga mengontrol bola di sebelah gelandang Union Berlin Aissa Laidouni dalam matchday 1 Grup C Liga Champions 2023/2024, di Santiago Bernabeu, Rabu malam (20/9/2023). (AP Photo/Manu Fernandez)

Camavinga mencoba delapan duel, dan hanya berhasil dalam tiga di antaranya. Ia memiliki umpan yang cukup bagus, dengan tingkat keberhasilan 91%, tetapi ia hampir tidak melakukan apa pun di sepertiga akhir lapangan.

Pemain ini juga yang memainkan Alexis Mac Allister dalam posisi onside untuk gol kemenangan Liverpool. VAR yang meninjaunya karena potensi offside menunjukkan betapa tipisnya margin skor di sana. Namun, tayangan ulang yang tak terhitung jumlahnya menunjukkan Camavinga sebagai pihak yang merugikan Real Madrid dalam pertandingan tersebut.


Kandang Liverpool Masih Angker

Manajer Liverpool, Arne Slot (kanan), memberi selamat kepada bek Liverpool asal Irlandia Utara nomor punggung 12, Conor Bradley (kiri), di lapangan setelah pertandingan sepak bola fase liga Liga Champions UEFA antara Liverpool dan Real Madrid di Anfield, Liverpool, Inggris barat laut, pada 4 November 2025. Liverpool menang 1-0. (Paul ELLIS / AFP)

Hasil ini membuat pasukan Arne Slot memetik kemenangan penting atas rival berat mereka, sekaligus menunjukkan bahwa Anfield masih menjadi tempat yang angker bagi siapa pun yang datang.

Sebelum laga ini, Real Madrid mencatat tiga kemenangan beruntun di fase grup. Namun, rekor itu runtuh di tangan pasukan Slot yang tampil trengginas di depan publik sendiri.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya